
MOTORSPORT LEBIH GAHAR: Muhammad Yahya Qomaruddin, di tengah sepeda motor hasil modifikasinya.
Inovasi memang tak pernah mati. Seperti inovasi modif motor yang dilakukan Yahya. Dulu usaha itu dikerjakan sendirian. Kini dia memiliki enam karyawan. Bahkan, banyak karyawannya yang kini sudah bisa membangun usaha sendiri.
W. RIZKIAWAN, Bojonegoro
DERU knalpot terdengar jelas ketika sosok berkaus oblong menemui Jawa Pos Radar Bojonegoro di salah satu kafe di Bojonegoro belum lama ini. Selain berbincang terkait dunia modifikasi yang booming saat ini, pria bernama lengkap Muhammad Yahya Qomaruddin itu berkisah tentang perjalanan karirnya sebelum menjadi seorang custom bikers profesional.
Modif sepeda motor atau dikenal dengan seni kontemporer custom bike sedang menjadi tren anak muda. Bukan hanya di kota besar. Kini di Bojonegoro juga sedang demam modifikasi. Hanya, jika dulu modifikasi terkesan urakan dan tidak mengandung nilai seni, saat ini perkembangannya berubah. Lebih humanis dan bernilai seni.
”Modifikasi itu perpaduan antara tekonologi, inovasi, dan seni,” ungkap Yahya, Sabtu (11/2)
Hampir setiap hari pria 27 tahun tersebut menghabiskan waktu di workshop milikya di jalan Bojonegoro–Babat, tepatnya di Desa Gungungsari, Kecamatan Baureno. Di bengkel yang menghadap jalan raya tersebut, sejumlah motor sport terpampang rapi. Bukan hanya itu, di tempat lainnya, kondisi sejumlah motor masih pretel. Motor tersebut menunggu waktu untuk dimodifikasi.
Meski terlihat ruang sederhana, hampir setiap hari tempat itu ramai pengunjung. Tidak hanya dikunjungi warga Bojonegoro atau Lamongan, banyak penghobi motor sport dari berbagai daerah yang berkunjung ke tempat tersebut. Mereka tentu akan memodifikasi motornya.
Ramainya pengunjung dan pemesan jasanya bukan secara tiba-tiba. Jauh-jauh hari, pria penghobi modifikasi itu sudah berkecimpung di dunia modifikasi motor.
Yahya menceritakan, awalnya dirinya hanya penikmat modifikasi. Hampir semua motor yang dia miliki dimodif sesuai keinginan. Hanya, waktu itu dia tidak melakukannya sendiri, tetapi melalui jasa orang lain. Hingga suatu ketika, dia jatuh dari motor dan membuatnya berhenti dari modifikasi dan berkendara.
Setelah kecelakaan pada 2012 itu, Yahya mulai tersadar. Modifikasi tidak seharusnya membuat orang menjadi konsumtif, tetapi bisa dipermak menjadi kegiatan produktif. Bahkan, dengan sedikit memeras otak untuk berinovasi, modifikasi bisa mendatangkan materi sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Lima tahun lalu, yakni pada 2012, setelah dia memiliki cukup kemampuan untuk melakukan modifikasi, bapak satu anak tersebut memodif motor Byson miliknya menjadi motor Ninja. Tentu dengan berbagai aksesori yang dibuat sendiri. Setelah cukup percaya diri, dengan memberi gambaran dan sedikit penjelasan terkait motor itu, dia pun mem-posting hasil karyanya di media sosial. Respons positif pun diterima.
”Banyak teman yang memesan. Bahkan, ada yang minta untuk dikembangin sebagai usaha,” tuturnya.
Banyaknya permintaan untuk modifikasi membuat dia tak bisa berhenti berinovasi. Berbagai jenis aksesori sepeda motor, mulai motor keluaran Indonesia hingga luar negeri, mampu diproduksi sendiri. Terutama aksesori motor sport. Tidak hanya membuat bahan aksesori, dia juga men-setting setiap produk sesuai keinginan para konsumen.
Secara garis besar, ada tiga jenis modifikasi yang banyak dipesan penikmat modif. Tiga jenis tersebut meliputi body kit (hanya sedikit modif pada bagian tertentu), custom body full (mengubah bodi motor tertentu sesuai keinginan pemesan), dan membuat replika jenis motor tertentu. Itu pun dilakukan dengan cara manual. Alias tanpa mesin yang canggih.
Awalnya, dia mengerjakan semua sendirian. Sebab tidak ada yang membantu. Namun, saat ini dia sudah memiliki enam karyawan yang membantunya dalam modifikasi. Itupun banyak karyawan yang sudah keluar dan bisa berkarya sendiri. Yahya memang bisa memodifikasi jenis motor apa pun menjadi jenis motor yang diinginkan.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
