
SEDERHANA: Suasana di depan pos kampung yang dibangun dengan dana sendiri.
Susiana bukan pejabat. Bukan orang kaya. Bukan pula orang terpelajar. Dia hanya lulusan SMP yang tinggal di gang sempit Kampung Bumiharjo. Tapi, usahanya untuk memajukan kampung layak diacungi jempol.
OKKY PUTRI RAHAYU
KAMPUNG Bumiharjo berada di belakang Kebun Binatang Surabaya (KBS). Nyelempit dan terkesan kumuh. Lahan itu sebenarnya milik PT KAI. Tapi, sudah puluhan tahun warga tinggal di sana dengan sistem sewa. Lebar jalan di gang tersebut tidak sampai 3 meter. Rumah-rumah terlihat berdempetan. Beberapa bahkan tidak berdinding tembok. Di gang itulah Susiana tinggal bersama suaminya, Rohmat, dan dua anaknya.
Susiana tinggal di sana sejak 1985. Saat itu, kondisi gang tersebut sangat kumuh. Dahulu, jalan di kampungnya hanya berupa tanah liat. Sering becek saat hujan. Tidak ada satu pun lampu penerangan jalan. Melihat kondisi kampungnya yang memprihatinkan, Susiana tergugah. Dia tidak ingin kampungnya terus-menerus dikenal sebagai daerah kumuh. Pada 2009, Susiana mengajukan proposal ke pemkot. Tidak diketik. Hanya ditulis tangan. Maklum, Susiana hanya berijazah SMP. Dia tidak tahu cara mengetik dengan komputer. Meski demikian, proposalnya ternyata disetujui pemkot. Pada tahun yang sama, jalan di kampungnya akhirnya dipaving.
Kepedulian yang tinggi pada lingkungan membuat Susiana terpilih sebagai ketua RT 1 sejak 2007 hingga sekarang. Jabatan tersebut membuat Susiana makin semangat membenahi kampung. Sukses dengan jalan, sasaran berikutnya adalah pos kampung. Kala itu, kondisi pos tersebut sangat menyedihkan. Semua peralatan milik RT 1 disimpan di sana. Ada keranda, ember, dan peralatan lain untuk pengurusan jenazah. Padahal, ukurannya hanya 2 x 4,2 meter. Susiana ingin pos itu menjadi pusat kegiatan warga.
Karena Susiana tidak bekerja dan suaminya hanya satpam perumahan, pembangunan dilakukan bertahap, bergantung pada uang yang dimiliki. Susiana mengumpulkan kayu, tripleks, semen, dan pasir. Suaminya membeli satu per satu material itu ke toko bangunan di Jagir. Lalu, diangkut sendiri ke rumah.
Setelah seluruh material terkumpul, pembangunan pos kampung dimulai. Bersama warga kampung, Susiana dan suaminya membangun pos tersebut menjadi dua lantai. Namun, karena dana terbatas, tangga ke lantai 2 belum bisa dibangun. Untuk menjangkau lantai 2, Susiana dan warga harus memanjat gapura yang menempel dengan pos kampung.
Gapura itupun dibangun sendiri oleh Susiana bersama suaminya. Konstruksinya sederhana. Hanya berupa tiang balok yang dilapisi keramik krem dan oranye. Tingginya sekitar 3 meter. Gapura itu dilengkapi patung replika Bung Karno dan Bung Hatta yang terbuat dari styrofoam.
Susiana juga membangun toilet umum. Warga yang menggunakan toilet tersebut dikenai tarif Rp 1.000. Selain uang pemberian suami, hasil sewa toilet itulah yang dipakai Susiana untuk membangun pos kampung dan gapura. Sisanya dia pakai untuk memenuhi kebutuhan kampung. Misalnya, iuran sampah dan beberapa iuran lain yang sering kurang karena tidak semua warga mau membayar.
Kini Susiana punya impian lain. Ketua RT perempuan ingin membangun taman kecil di dekat pos kampung. Untuk sementara, Susiana baru mengumpulkan pasir dan bata. Jika ada rezeki lagi, dia akan mencicil material lain. Semua demi kampungnya. (*/c6/oni/sep/JPG)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
