
TUMBUH SUBUR: Mulyadi (depan) bersama Kasubsi Bimker Andik Prasetyo (kiri) dan Kasi Kegiatan Kerja Sutarno di lahan pembuatan pupuk kompos. Mereka menunjukkan aneka tanaman dengan pupuk kompos.
Dia menegaskan, pembuat kompos harus bermental baja. Tidak jijik dengan sampah atau bahan organik lain yang menjadi bahan dasar kompos. ’’Kalau memotong sisa sayuran saja, gampang. Tapi, ngaduk-aduk (kompos yang bau, Red), itu agak susah kelihatannya,’’ ungkapnya.
Namun, dia yakin tantangan itu bisa dilewati warga binaan yang benar-benar peduli lingkungan.
Sejak di luar bui, Mulyadi memang peduli lingkungan. Dia juga aktif membuat kompos. Bahkan, dia sering memberikan pelatihan di sekolah-sekolah tentang pembuatan pupuk organik tersebut. Kecintaannya pada lingkungan menumbuhkan cita-citanya untuk tetap menjadi praktisi pertanian selepas dari bui. (*/c5/pri/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
