
Ahmad Haidir membuktikan janjinya menikahi Erni, yang telah meninggal.
JawaPos.com - Banyak yang menyayangkan keputusan Herni mengakhiri hidup dengan cara tragis. Hanya kata “maaf” yang sempat terucap.
Motif kematian Herni, bukaan Erni seperti diberitakan sebelumnya, tetap menjadi misteri. Semua orang bertanya-tanya. Bahkan orang tua dan sang kekasih, Ahmad Haidir, dibuat penasaran. Mereka hanya tahu dia meminum racun rumput sebelum mengembuskan napas terakhir.
“Saat dibawa ke Puskesmas dia hanya mengucap maaf telah berbuat hilaf. Setelah itu dia tak pernah lagi sadarkan diri hingga meninggal,” kisah sang ibu, Wati kepada FAJAR (Jawa Pos Group).
Wati mengaku tak habis pikir mengapa putri keduanya itu memutuskan memilih cara tersebut untuk mengakhiri hidupnya. Padahal, sehari-sehari wanita yang baru saja menamatkan pendidikan di STIKES Baramuli ini dikenal periang. Setahu orang terdekatnya, dia tak ada masalah dengan siapapun.
Herni yang alumni sekolah kesehatan itu, justru sering memperingatkan keluarganya agar tidak sembarangan menyimpang benda-benda beracun. Maklum, orang tuanya seorang petani, kerap menggunakan pestisida.
“Jangankan racun. Saat kami akan meminum obat, dia selalu berpesan agar mengikuti petunjuk dokter. Makanya kami heran mengapa terjadi seperti ini,” tutur Wati.
Keluarga korban juga sempat meminta penjelasan kepada Edi, sapaan Ahmad Haidir, terkait hubungan mereka selama ini. Menurut pengakuan sang kekasih, seperti ditirukan ibu korban, sejak mereka berkenalan hingga pacaran, tak pernah ada pertengkaran. “Berjalan biasa saja, tak ada yang ditutup-tutupi,” aku Edi pada Wati.
Baik Wati maupun suaminya, La Juma, serta keluarga besar mereka, mengaku tak pernah menghalangi niat keduanya untuk menikah. Sejak Herni memperkenalkan Edi, tak pernah ada kata penolakan telontar. “Asalkan mereka bahagia, kami setuju-setuju saja,” tutur Wati.
Demikian pula dari pihak keluarga Edi di Nias, Sumatera Utara. Lewat telepon, dia mampu meyakinkan orang tuanya untuk memberikan restu. Termasuk merelakan sang putra menjadi mualaf jelang pertunangan. Kedua belah pihak sudah sepakat pernikahan akan dilangsungkan pada Oktober mendatang dengan mahar Rp40 juta.
Yang jelas, cintanya pada Herni memang begitu dalam. “Dia istri saya dan akan selamanya menjadi istri saya,” sebutnya, Minggu, 5 Februari.
Di akun Facebook-nya, Edi bahkan masih meng-upload foto-foto Herni jelang kematiannya. Terakhir di-upload pada Kamis, 2 Februari pukul 18.50 Wita.
Kisah cinta yang berakhir tragis ini pun langsung menuai reaksi banyak pihak. Di media sosial, tak sedikit yang mengagumi kesetiaan Edi. Namun, sejumlah pihak juga menyayangkan digelarnya pernikahan dengan mayat yang dianggap tak lazim. Dalam Islam, tak bisa dianggap sah jika salah satu rukun nikah tak terpenuhi.
Menanggapi hal ini, pihak keluarga yang diwakili oleh Syamsuddin, paman korban, mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada Jumat, 3 Februari sebelum pemakaman Herni.
“Saya ada di tempat waktu itu. Kami mengundang imam kampung untuk mengurus jenazah, bukan untuk menikahkan,” elaknya.
Kepala KUA Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Firman, mengaku tidak tahu persis masalah itu. Yang jelas, tidak ada berkas administrasi yang mereka terima. Hanya saja, akunya, Edi memang pernah datang ke KUA. Dia minta dituntun mengucapkan dua kalimat syahadat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
