
HEROIK: Denny Trisyanto saat momen pemecahan rekor memanah selama empat jam dengan busur paralon Sabtu (4/2) di Universitas Narotama.
Satu di antara serangkaian acara besar untuk menyambut Dies Natalis Ke-36 Universitas Narotama diadakan Sabtu (4/2). Mereka berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) untuk melesatkan 30 ribu anak panah dengan busur paralon. Dan, itu bukan satu-satunya rekor.
ANTIN IRSANTI
WAKTU sudah lewat dari pukul 13.00. Anak panah di dalam boks khusus itu masih tersisa sebagian. Itu menandakan perjuangan Denny Trisyanto belum usai. Masih tersisa beberapa menit lagi untuk menyelesaikan tugasnya.
Tangan pria 60 tahun tersebut seakan tidak mau berkompromi. Luka di buku-buku jarinya semakin parah hingga mengalirkan darah segar. Berkali-kali lengan kirinya terjepret tali tampar plastik yang mengait di kedua ujung busur paralonnya. Tapi, dia tidak boleh berhenti. Ada tujuan yang lebih besar dibandingkan rasa sakit di tangannya itu.
Ditengoknya barisan di kiri dan kanan. Tampak calon-calon atlet muda panahan dengan senangnya membidik dan melepaskan anak panah ke sasaran. Sungguh pemandangan yang indah. Senyum dan tawa mereka menjadi penyemangat bagi Denny. ’’Aku harus kuat,’’ ucapnya.
Masih ada 10 anak panah. Para pendampingnya berteriak-teriak minta plester sembari menyebutkan salah satu merek penutup luka itu. Denny segera menutup luka-lukanya dengan plester. Dari kejauhan, UKM Band Narotama melantunkan tembang I Will Survive yang rancak versi Cake, band asal Sacramento, California, Amerika Serikat.
Denny lantas mengambil anak panah satu per satu. Dilepaskannya benda dari aluminium itu hingga menutupi angka 36 dalam face target berukuran 4 x 20 meter di depannya. Satu anak panah lagi dan selesai. Tepat empat jam Denny berhasil merampungkan tugasnya hari itu.
Lega sekaligus bangga. Pria kelahiran 1 Juni 1956 tersebut akhirnya kembali mencatatkan prestasi. Dia berhasil melahirkan rekor Muri untuk memanah dengan paralon terlama. Yakni, empat jam. Sebelumnya, rekor memanah terlama belum pernah ada di Indonesia. ’’Ini keinginan lama yang akhirnya bisa tercapai,’’ ujarnya.
Saat ditemui Jawa Pos setelah acara, Denny menceritakan perjuangannya menyelesaikan rekor tersebut. Panas matahari, meski tak terlalu terik, tetap membuat peluhnya tak henti mengalir. Akibatnya, rasa haus di tenggorokan pun tak dapat terelakkan. Namun, untuk bisa menuntaskan target, dia tidak bisa sering-sering minum.
Kesulitan terbesar yang dialaminya adalah tidak bisa buang hajat. Rekor empat jam melesatkan 1.700 anak panah tanpa henti tak boleh terputus. Otomatis suami Lilies Handayani itu harus menahan diri untuk tidak ke kamar kecil. ’’Makanya setelah itu perut saya sakit, hehehe,’’ ungkap ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jatim tersebut.
Namun, perjuangan Denny tidak sia-sia. Dengan usaha dan kerja keras, dia berhasil mencatatkan sejarah sebagai orang pertama yang memecahkan rekor Muri untuk memanah terlama. Perjuangan itu semakin berbuah manis dengan antusiasme dan semangat anak-anak muda mengikuti kegiatan di Universitas Narotama (Unnar) akhir pekan itu.
Denny mengatakan tidak memiliki persiapan khusus untuk pencatatan rekor Muri itu. Dia hanya meluangkan waktu setiap hari untuk melakukan angkat beban. Kemudian, berlatih memanah dua jam nonstop per hari. Itu dilakukannya selama 1,5 bulan terakhir. ’’Empat jam itu masih wajar kok, tapi belum tentu atlet lain mau melakukan,’’ tuturnya.
Bagi Denny, prestasi yang dicetaknya semata-mata untuk memberikan semangat kepada atlet lain. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Denny masih bisa mencatatkan prestasi. ’’Kalau bisa masih bikin prestasi-prestasi lainnya juga,’’ imbuhnya.
Perhelatan di Unnar pada hari itu memang spesial bagi Denny. Selain mendapatkan rekor Muri, dia menambah prestasi bagi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani). Sebelumnya, organisasi cabang olahraga itu sudah memiliki delapan rekor Muri. Kini, bertambah lagi sehingga memacu semangat Denny untuk meningkatkan prestasi.
Bapak tiga anak tersebut juga mematenkan busur paralon temuannya. Dia menceritakan, dirinya membuat busur dari bahan tersebut sejak 2005. Tujuannya, menyediakan alat yang murah dan mudah bagi calon atlet. Dengan pengakuan hak paten itu, busur paralon resmi menjadi milik Perpani. Apalagi, didukung pecahnya rekor Muri melesatkan 30 ribu anak panah dengan busur jenis itu.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
