
INOVATIF: Susilaningsih menunjukkan produk sambalnya yang banyak dipesan.
Berhenti sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tidak menghentikan karya Susilaningsih. Bermodal hobi memasak, kini sambal yang diproduksinya laris manis sampai ke negeri seberang. Dia bahkan dinobatkan sebagai Wirausaha Inovatif 2016.
OKKY PUTRI RAHAYU
SAMBAL dan kuliner Indonesia memang selalu lengket. Tidak terpisahkan. Itulah yang kemudian mengawali usaha Susilaningsih. Dia hobi memasak. Juga, hobi makanan pedas.
Sejak UKM Dede Satoe dirintis pada 2011, kini gaung Sambel Surabaya produksi Susilaningsih sudah terdengar di mana-mana. Tidak hanya menembus pasar nasional, Dede Satoe kini sudah hadir di Los Angeles, Amerika Serikat. ’’Sebanyak 400 botol sudah dikirim November lalu lewat importer Amerika,” ujarnya.
Sebelumnya, Sambel Surabaya dibawa ke luar negeri sebagai oleh-oleh turis yang berkunjung ke sini. Bedanya, kini Sambel Surabaya resmi dijajakan di Amerika. Tentu saja, para pencinta Sambel Surabaya tidak perlu lagi melancong ke sini demi menikmati sensasi pedasnya.
Hal tersebut bermula ketika Susilaningsih mengikuti Jatim Fair 2016. Produk sambalnya, yang kini sudah memiliki banyak varian, menarik minat importer. Dalam kurun satu bulan, Sambel Surabaya dijajakan di Negeri Paman Sam.
Meski demikian, Susilaningsih merasa waswas menunggu repeat order. Jika kabar tersebut tiba, produknya bisa jadi akan terus dijajakan di pangsa pasar Amerika. Meski berbasis industri rumahan, produk Dede Satoe sudah memiliki ISO 9001:2008.
Melejitnya popularitas Sambel Surabaya memang tidak terlepas dari kerja keras Susilaningsih. Modal awalnya adalah ngulek sendiri 1 kilogram cabai. Kini dia sudah memiliki alat pengolahan sambal. Dalam sehari, dia bisa menghasilkan 800 botol sambal dengan total pegawai 30 orang. Seluruhnya adalah ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya.
Sebagai pensiunan disperindag, Susilaningsih memang bertekad untuk tetap berguna bagi sekitar. Salah satunya dengan memberdayakan ibu-ibu demi menambah penghasilan keluarga. Namun, lewat pekerjaan yang bisa dijalankan di rumah. Tentu saja, tanpa meninggalkan keluarga lama-lama.
Niat tersebut yang membuat Susilaningsih menjadi satu di antara 10 terbaik dalam program Wirausaha Inovatif Berbasis Sosial dan Lingkungan 2016. Selain berbekal usaha dalam meningkatkan produktivitas ibu rumah tangga, dia berperan bagi lingkungan. Salah satunya dengan membuat manisan belimbing wuluh yang kini juga diproduksi di bawah label Dede Satoe.
Prihatin melihat buah mungil itu jatuh dan tidak dimanfaatkan dengan baik, dia pun mengolahnya menjadi manisan. Wajar saja, rasa buah yang satu itu memang sangat masam. Padahal, menurut Susilaningsih, belimbing wuluh punya banyak manfaat. ’’Eman kalau dibiarin jatuh dan dibuang,” ujar perempuan 62 tahun yang digelari Pahlawan Ekonomi oleh Pemkot Surabaya pada 2013 tersebut.
Tidak hanya menelurkan produk manisan, dia juga membuat bumbu masakan. Khususnya masakan khas Jawa Timuran. Antara lain, rawon, soto lamongan, dan bumbu koya. Kemasan instan itu memang menjadi udara segar bagi ibu rumah tangga masa kini yang malas bikin bumbu sendiri. Tinggal beli bubuk masakan instan, rasa masakan dijamin enak dan proses memasaknya lebih cepat.
Meski berfokus pada sambal Surabaya, UKM Dede Satoe juga mengembangkan produk yang menyentuh seluruh pelosok negeri. Contohnya, memproduksi sambal dengan tambahan ikan roa dari Manado. Ke depan, Susilaningsih ingin mengusung cita rasa sambal dari seluruh Nusantara.
Tidak hanya ingin meningkatkan ekonomi warga sekitar, Susilaningsih juga memikirkan perihal limbah. Selain menyumbangkan limbah dari hasil produksi cabainya untuk rumah kompos, dia kini mulai merancang cara mengubah limbah tersebut menjadi sumber produksi dalam usahanya. ”Rencananya memang ke arah sana, apalagi setelah mendapat banyak pelatihan soal lingkungan,” tandasnya. (*/c7/dos/sep/JPG)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
