
DEMI ANAK, DEMI MASYARAKAT: Para pengurus Yayasan Advokasi Sadar Autisme (ASA), dari kiri, Oky Mia Oktaviany, Yuwana Yulistina, Vika Wisnu, Asteria R. Saroinsong, dan Dewi Sri Andika Rusmana saling bertukar pikiran di kediaman Oky, Jalan Prapen Indah.
Kamu autis. Kami menerimamu. Apa yang bisa kami bantu untukmu? Kalimat itu adalah mimpi yang terus dikejar Yayasan Advokasi Sadar Autisme (ASA). Prinsip untuk dapat menerima dan menghargai para penyandang autisme dirasa masih minim di masyarakat.
ASA WISESA BETARI
SORE itu matahari sedang bersahabat. Bayangan soal rumput dan dedaunan hijau sepertinya menciptakan kenikmatan. Untuk sekadar refreshing, merasakan udara luar dan cuci mata, Vika Wisnu mengajak putra bungsunya bermain di Taman Bungkul.
Aska Aulia Haidarahman, 13, divonis sebagai penyandang autisme sejak usia 2 tahun. Vika sengaja memakaikan kaus bertulisan Autism Friendly Society kepada anaknya hanya untuk melihat reaksi masyarakat.
Autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks dan terjadi sejak lahir. Biasanya penyandang autisme mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, dan tindakan berulang-ulang.
Gangguan yang terjadi pada Aska disebabkan tingginya kandungan timbal yang mengalir dalam darah. Hal itu bisa terjadi karena polusi perkotaan. Tipe perilaku Aska adalah hipoaktif atau sangat pendiam.
Sesampai di Taman Bungkul, Vika membiarkan buah hatinya bermain. Perempuan 43 tahun itu memantau Aska sambil duduk di tepi taman. Aska bermain bersama dengan anak-anak yang lain. Dia pun sangat senang menjajal semua permainan yang ada di taman.
Tak lama berselang, datang seorang pria menghampiri putranya yang kala itu sedang bermain bersama Aska. Tampaknya, pria itu membaca tulisan di kaus yang dikenakan Aska. Sambil menarik tangan putranya, pria tersebut berkata, ’’Ayo pergi, jangan dekat-dekat nanti ketularan autis.’’
Mendengar kalimat itu, dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tersebut menghampiri si pria dan anaknya. Jantung berdebar. Darah pun seakan mengalir deras ke kepala. Sambil berjalan, Vika mencoba meredam emosinya. Ibu mana yang tak sakit hati melihat anaknya diperlakukan seperti itu.
Namun, Vika tak bertindak gegabah. ’’Pak, autis itu tidak menular,’’ ucapnya pelan. Si pria hanya mengangguk dan bergegas pergi. Vika mencoba melanjutkan penjelasan tentang autisme kepada pria itu seperlunya.
Cara Vika memberi tahu pria tersebut hanya sebagian kecil yang dia lakukan untuk menyuarakan hak-hak penyandang autisme. Tujuannya, mereka diterima dan dimengerti masyarakat. Cerita Vika dan Aska merupakan salah satu kasus yang menimpa penyandang autisme di lingkungan sosial.
Cerita lain datang dari Oky Mia Oktaviany. Oky ingat betul kejadian yang melibatkan anak seorang temannya yang kebetulan autis. Suatu ketika, teman Oky dan anaknya berjalan-jalan ke sebuah toko sport. Kemudian, si anak mencoba kaus basket. Saking senangnya, anak itu berlari ke luar toko ketika masih dalam keadaan memakai kaus basket. Sontak, alarm berbunyi. Petugas toko pun mengejar dan menuduh si anak mencuri.
Alhasil, anak penyandang autisme itu pun dibawa ke petugas keamanan. Menurut cerita Oky, temannya sudah berusaha meyakinkan bahwa anak itu adalah penyandang autisme. Namun, petugas keamanan tak menggubris. ’’Kadang yang buat orang-orang tidak percaya itu karena secara fisik anak-anak tampak normal,’’ jelasnya.
Beberapa kasus yang menimpa penyandang autisme menggugah Oky, Vika, dan teman-temannya untuk mendirikan Yayasan Advokasi Sadar Autisme (ASA). Yayasan berdiri Maret 2011. Hal utama yang menjadi tujuan adalah melindungi hak-hak penyandang autisme. Sekaligus mengedukasi masyarakat atas keberadaan mereka.
ASA kini memiliki anggota sekitar 50 orang. Latar belakang para anggota pun beragam, tapi masih memiliki visi yang sama. ’’Anggota kami ada yang berprofesi psikolog, terapis, dan ibu-ibu yang memiliki anak penyandang autisme,’’ jelas Oky, ketua ASA, ketika ditemui kemarin (2/2) di kediamannya di Jalan Prapen Indah.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
