
SIAP MELUNCUR: Akses menuju gunung mini di Gunung Anyar sering menjadi tempat perosotan anak-anak.
Surabaya ternyata juga punya gunung ’’aktif”. Mungkin lebih pas disebut gunung mini. Sebab, tingginya hanya sekitar 3 meter. Tapi, gunung itu juga memiliki kawah yang menyemburkan lumpur.
OKKY PUTRI RAHAYU
MENDENGAR kata gunung, yang terlintas adalah dataran tinggi berbentuk kerucut yang menjulang ke langit. Namun, bagi warga Gunung Anyar Tengah, istilah gunung punya arti berbeda. Yakni, sebuah gundukan tanah di dekat lapangan bola. Gunung mini itu berada di Kelurahan Gunung Anyar Tengah, tepatnya di RT 1, RW 2.
Dari kejauhan, gundukan tanah tersebut lebih mirip bukit. Saat mendekat dan mendakinya, ada beberapa kawah mungil di puncak. Mengapa mungil? Kawah itu berbentuk lubang dengan diameter tidak lebih dari 10 cm. Tapi, dari dalamnya tersembur lumpur dengan debit kecil.
Jumlah kawah tersebut lebih dari satu. Berdasar pantauan Jawa Pos saat itu (19/1), ada tiga yang menyembur. Kala cuaca panas, semburannya memang tampak. Seolah ada gelembung-gelembung yang meletup dari dalam tanah berlumpur tersebut.
Ketika semburan sedang deras, lumpur bisa mengalir sampai ke bawah. Warga bahkan membangun tanggul di sekitar gunung. Tujuannya, lumpur tidak meluber ke jalan.
Menurut warga sekitar, bukan hanya lumpur yang menyembur. Kadang kala minyak juga keluar. Hal itu terlihat dari selokan di sekitar gunung yang airnya mengandung campuran minyak.
Bagi warga sekitar, gunung tersebut merupakan cikal bakal Kecamatan Gunung Anyar. Berdasar penuturan orang tertua di Desa Gunung Anyar Tengah, Haji Muhammad Zaeni, 91, gunung itu mempunyai sejarah tersendiri. Alkisah, seorang kiai yang dikenal dengan sebutan Mbah Mahmud mendatangi desa tersebut. Bersama murid-muridnya, dia menemukan sebuah gunung di antara hutan belantara. Spontan dia berucap, ’’Nanti ada desa dengan nama Gunung Anyar.”
Ucapan itu merujuk pada gundukan tanah yang masih berdiri hingga kini. Setelah puluhan tahun berlalu, wilayah di sekitar gunung berubah menjadi rumah padat penduduk. Haji Zaeni mengatakan, gunung tersebut adalah tempat bersemayamnya macan tutul yang menjaga desa. Meski hanya legenda dan tidak kasat mata, warga sekitar memercayai sosok mistisnya.
Namun, bagi anak-anak sekitar, gunung itu hanya menjadi arena perosotan. Maklum, gunung tersebut memang terdiri atas tanah berlumpur. Kena hujan sedikit, gunung langsung berubah licin. Karena itu, saat mendaki, harus berhati-hati. Lengah sebentar, bisa terpeleset dan terperosok ke bawah.
Saat hujan turun adalah momentum yang digemari Dani Tirtana Putra. Bocah 11 tahun itu hobi bermain perosotan dengan teman-temannya di gunung. Lumpur dan becek tidak dihiraukannya. Bagi dia, meluncur dari atas puncak sampai ke bawah sangatlah asyik. Namun, siang itu sepulang sekolah, cuaca hanya mendung. Dia dan teman-temannya memutuskan bermain layang-layang di lapangan sekitar gunung. Alasannya, tanah gunung belum cukup licin untuk meluncur.
Tak lama, saat gerimis turun, Dani dkk langsung menuju gunung. Gerimis memaksanya menurunkan layang-layang. Kini saatnya bagi mereka mengecek arena perosotan. ’’Masih jeblok, durung lunyu,” kata Dani kepada lima temannya yang lain. Hujan memang tidak turun deras. Dani dkk kecewa karena tidak bisa puas meluncur seperti biasanya. Namun, Dani tetap senang mendaki ke puncak.
Menurut mereka, gunung itu adalah tempat jalan-jalan. Wisata murah dekat rumah sepulang sekolah. Di tengah ramainya aktivitas Surabaya, wisata gunung ala Kecamatan Gunung Anyar memang terkesan unik. (*/c7/oni/sep/JPG)

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
