Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 November 2015 | 05.45 WIB

Ritual Mandi Darah sebagai Tradisi Membayar Nazar

ADAT: Sebagian masyarakat Kabupaten Muratara masih melakukan ritual mandi darah hewan kerbau sebagai tradisi membayar nazar atau rasa syukur. - Image

ADAT: Sebagian masyarakat Kabupaten Muratara masih melakukan ritual mandi darah hewan kerbau sebagai tradisi membayar nazar atau rasa syukur.



Bahkan mereka hanya menggunakan sebagian saja di dalam acara hajatan. Sisanya mereka jual. "Tergantung yang punya hajat, tapi kebanyakan habis dipotong kerbau itu dijual," tuturnya.  



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muratara Firdaus mengatakan, perkembangan kebudayaan di Kabupaten Muratara merupakan warisan dari masa Hindu dan Budha yang sempat populer di masyarakat.      



Seiring waktu, perkembangan kultur budaya itu bercampur dengan kebudayaan agama Islam yang kini menjadi mayoritas di masyarakat Muratara.       



"Kalau menyikapinya semua kebudayaan itu sepenuhnya milik masyarakat. Di sini memang banyak kebudayaan yang berkembang dan itu tetap dilestarikan," bebernya. (*)

Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore