
ADAT: Sebagian masyarakat Kabupaten Muratara masih melakukan ritual mandi darah hewan kerbau sebagai tradisi membayar nazar atau rasa syukur.
Bahkan mereka hanya menggunakan sebagian saja di dalam acara hajatan. Sisanya mereka jual. "Tergantung yang punya hajat, tapi kebanyakan habis dipotong kerbau itu dijual," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muratara Firdaus mengatakan, perkembangan kebudayaan di Kabupaten Muratara merupakan warisan dari masa Hindu dan Budha yang sempat populer di masyarakat.
Seiring waktu, perkembangan kultur budaya itu bercampur dengan kebudayaan agama Islam yang kini menjadi mayoritas di masyarakat Muratara.
"Kalau menyikapinya semua kebudayaan itu sepenuhnya milik masyarakat. Di sini memang banyak kebudayaan yang berkembang dan itu tetap dilestarikan," bebernya. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
