Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2015 | 20.38 WIB

Bocah-Bocah di Tapal Batas, Ikan Jadi Medium Belajar Paling Gampang

Wartawan Jawa Pos Yusuf Asyari bersama beberapa murid PAUD di Desa Tuleng, Pulau Pura, Alor (24/8). - Image

Wartawan Jawa Pos Yusuf Asyari bersama beberapa murid PAUD di Desa Tuleng, Pulau Pura, Alor (24/8).



Tapi, niat itu akhirnya dipendam demi cita-cita menjadikan pendidikan di desanya maju. Padahal, selama ini, pria lulusan SMA tersebut bingung untuk membayar uang sekolah anaknya yang sebesar Rp 35 ribu per bulan. Selama ini, untuk makan sehari-hari, pria yang pernah bekerja sebagai tenaga sekuriti di Batam pada 2003-2006 itu mengandalkan berladang.



Jika musim panas, dia berladang kemiri dan jambu. Kalau kemarau, dia mengolah ikan bubuh (ikan kecil) dengan sistem satu hari dijual. Atau menganyam daun lontar menjadi kerajinan bakul atau tempat sirih dan telepon seluler.



Beban Aleta memang tidak seberat Menahem. Sebab, perempuan 40 tahun itu masih melajang. Tapi, dia tetap harus mencari penghasilan dari bidang lain.



Aleta, yang juga lulusan SMA, menjadi guru PAUD sejak awal tempat pendidikan itu berdiri. Awalnya, dia aktif di posyandu sebulan sekali. Kemudian, tiga bulan sekali dia memberikan pelayanan cek kesehatan dan makanan dari kacang kedelai.



Yang membuat keduanya bertahan adalah senyum para anak didik. Lebih dari itu, mereka bahagia saat anak didiknya mulai berani berinteraksi.



"Senang sekali melihat murid-murid saya bisa mengerti gambar, huruf, warna, dan berhitung," kata Aleta.



Satu lagi PAUD percontohan berada di Desa Tuleng, Kecamatan Lembur. Namanya Tunas Melati. Berjarak 1 jam dari Kalabahi. Akses mobil menuju tempat itu relatif baik.



PAUD tersebut didirikan oleh pasutri Mesak Mauleti dan Eksalina Lauleti. Menurut Mesak, inspirasi pendirian PAUD itu datang dari ibunya yang seorang guru. Dia pun merelakan rumahnya untuk sekaligus dijadikan lokasi sekolah.



"Dengan segala keterbatasan, kami bangga bisa berbuat sesuatu untuk warga sekitar," kata Mesak.



Kebanggaan serupa terpahat dengan jelas di raut Menahem dan Aleta. Senyum mereka mengembang sembari menyaksikan para anak didik meneruskan lagu berjudul Ikan tersebut, "Itu ikanku, dari ayah. Itu ikanku, dari ibu." (Bagian-2/Habis)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore