Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2015 | 04.19 WIB

Kisah Tentang Kambing dari Wakil Kepala PPATK, Agus Santoso

ULET: Agus Santoso di peternakan miliknya di Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wakil kepala PPATK itu memberdayakan warga sekitar di agrikultur tanpa limbah miliknya. - Image

ULET: Agus Santoso di peternakan miliknya di Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wakil kepala PPATK itu memberdayakan warga sekitar di agrikultur tanpa limbah miliknya.

Ada banyak rahasia di kepala Agus Santoso. Sebagai wakil kepala PPATK, dia tahu tentang aliran rekening siapa pun di republik ini. Namun, ini bukan cerita tentang penegakan hukum. Ini adalah kisah tentang kambing.





Lahan di Gadog, Bogor, Jawa Barat, tersebut sebenarnya tidak terlalu luas. Hanya 800 meter persegi. Itu tak lebih dari dua lapangan sepak bola. Namun, di sana ada 70 ekor kambing unggulan, 40 ekor di antaranya adalah indukan.



Bukan sembarang kambing yang dipelihara. Ada jenis anglo-nubian, kambing hasil kawin silang antara old english mich goat Inggris dan zariby yang biasa ada di Afrika Tengah. Keturunan tersebut lantas dikawin-mawinkan dengan jenis nubian, unggulan asal India, Rusia, dan Yunani.



Di lahan yang asri itulah, Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso melewatkan waktu senggang. Di situ dia menerapkan konsep zero waste agriculture, sistem pengelolaan lahan pertanian sekaligus peternakan tanpa limbah. Karena itu, di lahan tersebut tidak hanya ada peternakan kambing. Ada juga sawah dengan padi yang asri.



Di lumpurnya ada belut. Ada pula ayam, ikan, dan entok. Sekitar 50 kelinci juga berkeliaran. Ikannya pun bermacam-macam. Mulai ikan mas, nila, bawal, patin, hingga lele.



Lokasi pertanian dan peternakan tersebut tidak jauh dari jalur utama Gadog. Dari jalan besar bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Medannya tidak berat. Sebab, sebagian besar sudah merupakan perumahan warga.



Di kampung itu Agus merupakan sosok yang sangat dikenal. Saat dia berjalan menuju peternakannya, hampir semua orang menyapanya dengan ramah. Banyak remaja dan anak kecil yang mencium tangan Agus dengan takzim.



"Saya kalau di sini udah kayak lurah," kata Agus, lantas terbahak.



Di kawasan tersebut Agus memang seorang tokoh masyarakat. Meski lahan yang dimiliki tidak luas, pejabat kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, itu pandai memanfaatkan ketersediaan lahan untuk membudidayakan sejumlah tanaman, binatang ternak, sampai jamur serta bakteri. Tentunya dengan melibatkan warga sekitar.



Ide penggunaan sistem zero waste agriculture itu berawal dari pabrik tahu yang dimilikinya. Letaknya juga tidak jauh dari lahan tersebut. Suami Juli Widiastuti itu bercerita, dari pabrik tersebut dirinya menyadari bahwa limbahnya bisa dimanfaatkan untuk ternak.





Mantan pejabat Bank Indonesia (BI) itu menjelaskan, dengan sepuluh pegawai, pabrik tahu miliknya bisa memproduksi 800 potong tahu. Itu hasil dari 100 kilogram kedelai yang digiling. Tahu tersebut lantas digoreng dan dijajakan sepuluh tukang gorengan yang tinggal di sekitar peternakan milik Agus. Soal keuntungan, Agus enggan mengungkapkan.



"Saya sudah seneng bisa membantu warga sekitar dari pabrik tahu ini," ucapnya.



Usaha peternakannya dimulai pada 2005. Agus menguraikan, setelah membeli lahan dengan kontur tanah yang kurang bagus, dirinya ingin mengembalikan unsur hara tanah tersebut dengan cara organik. Salah satu caranya adalah memelihara kambing. Dia lantas bisa memanfaatkan kotoran kambing sebagai pupuk kompos bagi lahannya.



"Dari situ saya mulai mencoba beternak kambing. Kenapa kambing? Karena lahannya tidak luas," urainya.  (Sekaring Ratri A/Bagian-1)

Editor: Arwan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore