
Suwarti menunjukkan medali emas yang diraihnya dari cabang ganda campuran tenis meja.
Suwarti memilih tak mundur setelah berkonsultasi dengan dokter dan mendapat izin suami. Bagi dia, emas ini seperti membungkam mereka yang dulu merundungnya semasa kecil.
AGAS PUTRA HARTANTO, Jakarta
---
BEGITU menyelesaikan laga final ganda campuran tenis meja, wajah Suwarti langsung semringah. Lega luar biasa. Perjuangan berliku mempersiapkan diri menuju Asian Para Games 2018 akhirnya berbuah medali emas.
''Emas ini rezeki calon anak yang masih 18 minggu,'' kata Suwarti sambil memegang perut.
Ya, Warti -sapaan akrabnya- tampil di nomor ganda campuran TT 6-8 bersama Mohamad Rian Prahasta dalam kondisi hamil. Toh, hal itu tak mengurangi kegesitannya.
Hingga akhirnya bisa menaklukkan sesama pasangan Indonesia, Banyu Tri Mulyo/Hamida, di partai puncak. Dengan skor 2-1 (11-7, 9-11, 11-5) dalam tempo 30 menit di Econvention Ancol kemarin (10/10).
Warti menuturkan, kehamilannya diketahui sejak awal Juli lalu. Setelah mengikuti test event Asian Para Games pada 27 Juni hingga 3 Juli lalu. Turnamen tersebut sekaligus menjadi ajang seleksi skuad inti tim para tenis meja Merah Putih.
Raihan satu emas dan satu perak saat itu membuatnya masuk tim inti. Atlet 31 tahun tersebut diturunkan di nomor tunggal putri dan ganda campuran kelas TT 8. Menyesuaikan kelemahan kaki kirinya akibat polio sejak usia 2 tahun. Ketika bertanding, dia harus menggunakan brace (alat bantu jalan yang diikatkan untuk mengukuhkan kaki).
Ketika tahu dirinya hamil, Warti bingung. Berbadan dua jelang turnamen yang tinggal beberapa bulan.
Dia juga belum berani memberi tahu pelatihnya, Tri Bhaskara Ajie. Padahal, saat itu fase pemusatan latihan nasional sudah memasuki tahapan khusus di Solo. Porsi dan intensitas latihan pun semakin bertambah.
Dua minggu sejak pengumuman, Warti masih menjalani latihan sesuai program. Latihan 6 jam per hari. Termasuk latihan fisik, teknik, dan permainan. Dia juga masih harus melakoni drill pukulan 200 bola setiap hari.
Latihan semakin berat. Warti sadar tubuhnya semakin tidak kuat. Dia lantas memberi tahu Ajie bahwa dirinya sedang hamil. Saat itu usia kandungannya memasuki 6 minggu.
Tak pelak, kabar tersebut membuat sang pelatih kaget. ''Waduh, lha terus mau gimana lagi? Karena Mbak Warti masih yang terbaik dan nggak ada gantinya,'' ucap Ajie.
Tim pelatih turut menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hasilnya, janin di dalam tubuh Warti sehat dan dia cukup kuat untuk bertanding.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
