Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Oktober 2018 | 21.14 WIB

Hamil 18 Minggu, Suwarti Rebut Emas di Asian Para Games 2018

Suwarti menunjukkan medali emas yang diraihnya dari cabang ganda campuran tenis meja. - Image

Suwarti menunjukkan medali emas yang diraihnya dari cabang ganda campuran tenis meja.

Suwarti memilih tak mundur setelah berkonsultasi dengan dokter dan mendapat izin suami. Bagi dia, emas ini seperti membungkam mereka yang dulu merundungnya semasa kecil.


AGAS PUTRA HARTANTO, Jakarta


---


BEGITU menyelesaikan laga final ganda campuran tenis meja, wajah Suwarti langsung semringah. Lega luar biasa. Perjuangan berliku mempersiapkan diri menuju Asian Para Games 2018 akhirnya berbuah medali emas.


''Emas ini rezeki calon anak yang masih 18 minggu,'' kata Suwarti sambil memegang perut.


Ya, Warti -sapaan akrabnya- tampil di nomor ganda campuran TT 6-8 bersama Mohamad Rian Prahasta dalam kondisi hamil. Toh, hal itu tak mengurangi kegesitannya.


Hingga akhirnya bisa menaklukkan sesama pasangan Indonesia, Banyu Tri Mulyo/Hamida, di partai puncak. Dengan skor 2-1 (11-7, 9-11, 11-5) dalam tempo 30 menit di Econvention Ancol kemarin (10/10).


Warti menuturkan, kehamilannya diketahui sejak awal Juli lalu. Setelah mengikuti test event Asian Para Games pada 27 Juni hingga 3 Juli lalu. Turnamen tersebut sekaligus menjadi ajang seleksi skuad inti tim para tenis meja Merah Putih.


Raihan satu emas dan satu perak saat itu membuatnya masuk tim inti. Atlet 31 tahun tersebut diturunkan di nomor tunggal putri dan ganda campuran kelas TT 8. Menyesuaikan kelemahan kaki kirinya akibat polio sejak usia 2 tahun. Ketika bertanding, dia harus menggunakan brace (alat bantu jalan yang diikatkan untuk mengukuhkan kaki).


Ketika tahu dirinya hamil, Warti bingung. Berbadan dua jelang turnamen yang tinggal beberapa bulan.


Dia juga belum berani memberi tahu pelatihnya, Tri Bhaskara Ajie. Padahal, saat itu fase pemusatan latihan nasional sudah memasuki tahapan khusus di Solo. Porsi dan intensitas latihan pun semakin bertambah.


Dua minggu sejak pengumuman, Warti masih menjalani latihan sesuai program. Latihan 6 jam per hari. Termasuk latihan fisik, teknik, dan permainan. Dia juga masih harus melakoni drill pukulan 200 bola setiap hari.


Latihan semakin berat. Warti sadar tubuhnya semakin tidak kuat. Dia lantas memberi tahu Ajie bahwa dirinya sedang hamil. Saat itu usia kandungannya memasuki 6 minggu.


Tak pelak, kabar tersebut membuat sang pelatih kaget. ''Waduh, lha terus mau gimana lagi? Karena Mbak Warti masih yang terbaik dan nggak ada gantinya,'' ucap Ajie.


Tim pelatih turut menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hasilnya, janin di dalam tubuh Warti sehat dan dia cukup kuat untuk bertanding.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore