alexametrics

Cerita Mahasiwa Unpad Jadi Ayah Bayi Harimau Benggala

8 Agustus 2017, 12:14:00 WIB

Allshad Kautshr Ahmad, mahasiswa Unpad resmi menjadi ayah asuh bayi harimau benggala bernama Eshan. Warga Cieumbeulit, Jalan Ki Putih, Kota Bandung itu pecinta hewan bernama panthera tigris tigris itu.

ASEP RAHMAT

Bayi harimau Eshan lahir sekitar pukul 05.00 WIB, pada Rabu 26 Juni 2017. Dari pasangan harimau bernama Sylla berusia 8 tahun dan Sharukhan berusia 15 tahun. Sylla mengandung Eshan selama tiga bulan lebih. Selama masa kandungan kondisi Syalla maupun Eshan dan kembarannya begitu sehat.

Tepatnya, Senin 7 Juli 2017 merupakan hari pertama untuk Eshan dengan ayah asuhnya bertatap muka. Selama satu tahun ke depan hewan karnivora itu bakal diperhatikan langsung oleh ayah asuh, Allshad.

Bukan tanpa alasan Allshad ingin mengadopsi Eshan sebagai satwa peliharaan secara eklusif. Meskipun tidak dipelihara di rumahnya, melainkan tetap di Kebun Binatang Bandung, Allshad tidak merisaukan hal tersebut lantaran kecintaanya kepada satwa melebihi apapun. “Dalam perjanjian kontrak memang tidak bisa dibawa pulang, ya nggak apa-apa namanya juga hobi,” ucap Allshad saat ditemui Radar Bandung (Jawa Pos Group) di Kebun Binatang Bandung, Senin (7/8).

Meski demikian Allshad bakal mendapatkan fasilitas lengkap selama merawat Eshan. Setiap hari ia diperkenankan masuk Kebun Binatang Bandung secara gratis. Selain itu, Allshad bisa masuk langsung ke kandang didampingi petugas kebun bintang. Paling penting, Allshad akan mendapatkan pengetahuan ihwal merawat satwa asal Negara India tersebut dari petugas secara langsung, termasuk pemberian nama. “Kapanpun saya mau, tinggal datang,” tuturnya.

Dalam satu tahun ke depan, Allshad harus merogoh kocek yang dalam untuk memenuhi segala kebutuhan Eshan. Dalam kontrak perjanjian dengan pengelola Kebun Binatang Bandung, Allshad harus menyediakan makan, susu, vitamin dan kebutuhan lainnya.

“Untuk pengeluaran keselurahan mencapai Rp 30 juta lebih. Misalnya, satu kaleng susu impor yang isinya 300 gram harganya Rp 400 ribu, itu untuk beberapa hari,” ujarnya. “Saya tidak memberikan uang kepada pengelola kebun bintang, tapi menyiapkan dalam bentuk makanan,” timpal dia.

Kata Allshad, soal biaya bukanlah masalah. Baginya, kecintaan terhadap satwa seperti harimau benggala menjadi prioritas utama. Sejak dulu Allshad memang menggemari satwa. Tak ayal, kata dia, dirumahnya ada hewan rusa dan burung yang sudah ia pelihara sejak kecil. “Kami sekeluarga pencinta hewan,” jelas Mahasiswa Unpad Semester 9 itu.

Terkait keputusan setelah kontrak selesai, Allshad mengaku belum kepikiran. Ia menyebut, semua akan ditentukan pengelola kebun binatang bagaimana cara Allshad bertanggung jawab dalam merawat dan memenuhi segala kebutuhan Eshan. “Belum kepikiran untuk melanjutkan kontak menjadi ayah asuh Eshan,” tegas dia.

Sebenarnya pasangan harimau benggala bernama Sylla dan Sharukhan tidak hanya melahirkan satu bayi, melainkan dua bayi mungil yang menggemaskan. Menurut

Marketing Komunikasi Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafei, saat ini baru satu bayi yang disayembarakan untuk mencari ayah asuh. “Untuk bayi satu lagi nanti dalam waktu dekat akan kami buka pendaftaran lagi,” ujar Sulhan.

Sulhan mengungkapkan, dalam penentuan ayah asuh Eshan pihak Kebun Binatang Bandung membuka sayembara kepada publik pada 3-6 Juli 2017. Selama tiga hari sudah ada tiga orang yang mendaftar. Dari ketiganya pengelola memilih betul ayah asuh yang benar-benar mencintai dan hobi memelihara hewan.

Sulhan menyebut, dari ketiga pendaftaran salah satu diantaranya tidak benar-benar penyuka binatang melainkan mencari eksistensi dan ketenaran untuk publikasi pribadi. Sedangkan untuk pendaftar satunya lagi pihak pengelola menilai masih kurang dalam menyukai binatang dan belum berpengalaman.

“Kenapa kami pilih Allshad, setalah diwawancara, kami nilai dia (Allshad) bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Sulhan.

Sulhan mengaku, sayembara untuk mencari ayah asuh anak harimau benggala jangan diartikan mengekploitasi satwa dilindungi. Jauh dari itu, hanya ingin memperkenalkan dan mempublikasikan bahwa satwa langka tersebut masih bisa dilestarikan. “Syukur-syukur nanti ketika Eshan sudah dewasa dan bisa dikawinkan dengan kembarannya. Artinya, hewan itu jadi tidak punah,” pungkasnya.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (yuz/jpg/JPC)



Close Ads
Cerita Mahasiwa Unpad Jadi Ayah Bayi Harimau Benggala