Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Mei 2023 | 21.07 WIB

Sisir Susur Surabaya dan Upaya Membawa Pantomim Jangkau Audiens Lebih Luas

INTERAKSI LANGSUNG: Adnan, Okka, Destya, dan Jagad saat beraksi di hadapan penumpang KRL Surabaya-Sidoarjo. - Image

INTERAKSI LANGSUNG: Adnan, Okka, Destya, dan Jagad saat beraksi di hadapan penumpang KRL Surabaya-Sidoarjo.

Semula Mengira Bakal Menegangkan, Ternyata Mengasyikkan

Tampil di taman kota, gerbong kereta, dan warung adalah upaya anak-anak muda yang tergabung dalam Sisir Susur Surabaya menunjukkan eksistensi pantomim. Sekaligus bentuk kritik atas sulitnya peminjaman gedung kesenian.

LAILATUL FITRIANI, Surabaya

---

TIGA aktor pantomim berjongkok di tengah gerbong KAI Commuter Line rute Surabaya–Sidoarjo. Dengan wajah yang sudah di-make-up dan berbagai mimik, mereka bermain hompimpa.

Hanya gerakan tangan, tanpa dialog. Beberapa penumpang tampak mendokumentasikan aksi mereka. Di lain kesempatan, Oka dan Dedes, dua di antara tiga aktor tadi, menyelip di antara pengunjung Taman Bungkul, Surabaya, dengan tangan terangkat seolah sedang berswafoto bersama.

Para mime Sisir Susur Surabaya itu melakukan 12 jam berpantomim di tiga lokasi berbeda. Mulai Taman Bungkul, Tugu Pahlawan, hingga Balai Pemuda. Puncaknya pada Rabu sebulan lalu (22/3), bertepatan dengan diperingatinya Hari Pantomim Sedunia.

Sejak sore, wajah Adnan Guntur sudah dicat putih dengan guratan merah. Seusai pemutaran dokumenter, dia membawakan pertunjukan pantomim bertajuk Ngelak bareng tim SSSkustik. Adnan membuat gerakan seolah bermain di sebuah ruangan, kemudian berubah menjadi bunga yang berhamburan dan beterbangan.

”Sebagai manusia harus aktif untuk terus mencari kehidupan, tidak hanya berkutat pada hal yang ada. Kita mesti haus atau ngelak (haus) terhadap apa pun,” ujarnya.

Sebelum tampil di atas panggung, Adnan menyempatkan bermain bersama pengunjung yang hadir. Dia mendatangi setiap meja dan berpantomim dengan tema berbeda. Tampak satu anak kecil yang riang mengajaknya bermain buka pintu, kemudian berlarian. Itu bukan kali pertama Adnan berpantomim. Namun, bagi ketiga mime Sisir Susur Surabaya, itu kesempatan perdana mereka untuk unjuk diri.

”Ini pertama kali dan bukan yang terakhir. Saya kira pantomim di depan publik bakal menegangkan, ternyata asyik-asyik saja. Apalagi melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat,” ungkap Rahman Oka Fahrudzin atau akrab disapa Oka.

Begitu mereka mulai perform, penonton yang didominasi anak-anak akan mengerubung. Penasaran, lalu tergelak. Beberapa turut berinteraksi seperti bermain ular-ularan. Beberapa lagi ingin berfoto bersama.

”Sebuah awal yang menyenangkan, seru bisa menghibur masyarakat dari semua kalangan usia,” imbuh pemuda 23 tahun asal Malang itu.

Awalnya, Oka sekadar tahu seniman pantomim ikonik Charlie Caplin lewat platform digital. Namun, baru berkesempatan mengenal sekaligus mempelajari lebih jauh melalui Sisir Susur Surabaya. Menurut dia, pantomim seni yang unik. Mampu berbicara tanpa suara. Begitu pun bagi Regina Nirmala Jawa.

”Keren gitu, bisa menyampaikan ekspresi dan cerita dengan baik hanya melalui gerak, ekspresi, dan mimik,” katanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore