
Kuda laut hasil penangkaran Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung.
JawaPos.com - Kuda Laut atau dalam bahasa latin disebut dengan Hippocampus Spp adalah salah satu hewan langka yang masuk ke dalam zona appendix 2. Hal tersebut diungkapkan oleh Teknisi Budidaya Kuda Laut Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Provinsi Lampung, Ali Hafis.
Kelangkaan kuda laut di alam liar ini menurut Ali lantaran banyaknya perburuan yang dilakukan masyarakat. “Kuda laut biasanya diburu untuk ikan hias, kerajinan dan bahan obat. Paling banyak dicari untuk bahan obat,” katanya Kamis (5/4) saat di temui di BBPBL Lampung.
Sebagai upaya melestarikan hewan unik tersebut BBPBL Lampung memiliki tim khusus yang fokus untuk membudidayakan kuda laut.
Ali menjelaskan di BBPBL Lampung ada dua jenis kuda laut yang dikembangbiakkan. Keduanya adalah kuda laut yang berasal dari Teluk Lampung yakni kuda laut karang dan kuda laut rumput.
Kuda laut rumput biasa ditemuan di adang lamun sedangkan kuda laut karang biasa ditemukan menempel di koral. “Kalau secara fisik perbedaannya yang karang ada corak garisnya yang rumput polos,” katanya.
Ali mengklaim di Indonesia hanya di BBPBL Lampung yang menangkarkan kuda laut. “Di tempat lain pernah nyoba tapi gak lama. Ya, cuma disini yang menangkarkan kuda laut,” kata Ali.
Sebagai hewan appendix 2, kuda laut menurut Ali masih bisa diperjual belikan. Namun jumlahnya dibatasi, apalagi yang diambil di alam liar. “Kalau penangkaran seperti ini bisa. Tapi ya terbatas,” katanya.
Menurut Ali peminat kuda laut saat ini bisa dibilang sangat banyak terutama untuk pengobatan. Ia menceritakan beberapa hari lalu ada yang mencarinya untuk obat diabetes dan kanker. “Jadi dia beli beberapa ekor. Mungkin karena ada perkembangan kemudian balik lagi,” katanya.
Ali menceritakan bahkan pembeli yag datang ke BBPBL ada yang langsung dari Tiongkok. Namun karena permintaannya cukup banyak BBPBL Lampung tidak bisa menyanggupi. “Kalau belinya masih hitungan bijian masih bisa. Tapi kalau sudah sampai puluhan kilo kita gak sanggup,” katanya.
Ali mengatakan kuda laut di BBPBL biasa dijual dengan harga Rp. 5000 per centimeter.
Selain dijual, pembenihan kuda laut di BBPBL Lampung juga ditunjukan untuk konservasi.
Ali mengatakan setiap tahun BBPBL melepaskan ratusan ekor kuda laut hasil penangkarang di teluk Lampung. Hal tersebut menurut Ali adalah upaya untuk menjaga kelestarian kuda laut di alam liar. “Agar populasinya di alam liar juga tetap terjaga,” katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
