Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 April 2018 | 16.25 WIB

Dari Upaya Konservasi hingga Potensi Bisnis yang Menjanjikan

Kuda laut hasil penangkaran Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung. - Image

Kuda laut hasil penangkaran Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung.

JawaPos.com - Kuda Laut atau dalam bahasa latin disebut dengan Hippocampus Spp adalah salah satu hewan langka yang masuk ke dalam zona appendix 2. Hal tersebut diungkapkan oleh Teknisi Budidaya Kuda Laut Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Provinsi Lampung, Ali Hafis.


Kelangkaan kuda laut di alam liar ini menurut Ali lantaran banyaknya perburuan yang dilakukan masyarakat. “Kuda laut biasanya diburu untuk ikan hias, kerajinan dan bahan obat. Paling banyak dicari untuk bahan obat,” katanya Kamis (5/4) saat di temui di BBPBL Lampung.


Sebagai upaya melestarikan hewan unik tersebut BBPBL Lampung memiliki tim khusus yang fokus untuk membudidayakan kuda laut.


Ali menjelaskan di BBPBL Lampung ada dua jenis kuda laut yang dikembangbiakkan. Keduanya adalah kuda laut yang berasal dari Teluk Lampung yakni kuda laut karang dan kuda laut rumput.


Kuda laut rumput biasa ditemuan di adang lamun sedangkan kuda laut karang biasa ditemukan menempel di koral. “Kalau secara fisik perbedaannya yang karang ada corak garisnya yang rumput polos,” katanya.


Ali mengklaim di Indonesia hanya di BBPBL Lampung yang menangkarkan kuda laut. “Di tempat lain pernah nyoba tapi gak lama. Ya, cuma disini yang menangkarkan kuda laut,” kata Ali.


Sebagai hewan appendix 2, kuda laut menurut Ali masih bisa diperjual belikan. Namun jumlahnya dibatasi, apalagi yang diambil di alam liar. “Kalau penangkaran seperti ini bisa. Tapi ya terbatas,” katanya.


Menurut Ali peminat kuda laut saat ini bisa dibilang sangat banyak terutama untuk pengobatan. Ia menceritakan beberapa hari lalu ada yang mencarinya untuk obat diabetes dan kanker. “Jadi dia beli beberapa ekor. Mungkin karena ada perkembangan kemudian balik lagi,” katanya.


Ali menceritakan bahkan pembeli yag datang ke BBPBL ada yang langsung dari Tiongkok. Namun karena permintaannya cukup banyak BBPBL Lampung tidak bisa menyanggupi. “Kalau belinya masih hitungan bijian masih bisa. Tapi kalau sudah sampai puluhan kilo kita gak sanggup,” katanya.


Ali mengatakan kuda laut di BBPBL biasa dijual dengan harga Rp. 5000 per centimeter.
Selain dijual, pembenihan kuda laut di BBPBL Lampung juga ditunjukan untuk konservasi.


Ali mengatakan setiap tahun BBPBL melepaskan ratusan ekor kuda laut hasil penangkarang di teluk Lampung. Hal tersebut menurut Ali adalah upaya untuk menjaga kelestarian kuda laut di alam liar. “Agar populasinya di alam liar juga tetap terjaga,” katanya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore