
Khansa Syahlaa ketika berada di Puncak Kakam, Bukit Raya yang memiliki ketinggian 2278 Mdpl.
JawaPos.com - Enam gunung tertinggi di Indonesia sudah ditaklukannya. Setiap pendakian punya cerita tersendiri untuk dikenang. Termasuk saat menaklukkan Bukit Raya yang terkenal dengan jalur ekstrem dan sulit dilalui.
GILANG RAHMAWATI, Palangka Raya
NOVEMBER sudah memasuki musim penghujan. Cuaca sudah mulai tidak menentu. Siang begitu terik, saat menjelang malam turun hujan. Begitu pun sebaliknya. Kondisi ini tidak membuat langkah kaki Khansa bersama sang ayah Aulia Ibnu berhenti untuk melanjutkan perjalanan ke Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalteng.
Cuaca yang tidak menentu itu juga akhirnya yang menjadi teman saat mendaki Bukit Raya. Ayah Khansa, Aulia menceritakan saat berada di jalur pendakian hujan menjadi salah satu tantangan. Jalur menjadi licin hingga sulit untuk ditempuh.
“Saat perjalanan turun kami sempat menggunakan perahu, arus sungainya juga deras,” ujar Ayah dari tiga orang anak ini. [Baca: Kisah Pendaki Cilik Berjuang Jelajahi Seven Summit Indonesia (1)]
Bukit Raya ini meski tidak terlalu tinggi, yakni hanya 2278 meter dari permukaan laut (Mdpl), kata Aulia, tapi suhu udaranya bisa lebih dingin dari gunung lain. Menurutnya, barang kali kondisi itu terjadi karena terpaan angin yang lebih kencang. Bayangkan saja di kaki gunung suhu udaranya hangat, menjelang puncak justru lebih dingin dari gunung lain dengan ketinggian yang sama.
Selain suhu udara, ada satu kejutan lain yang ditemui pada pendakian kali ini. Kejutan ini diceritakan langsung oleh Khansa dengan ekspresi yang begitu tercengang. Ia menemukan banyak sekali pacet (lintah, red).
“Ih banyak banget di sana pacet,” kata Khansa yang sudah mendaki gunung sejak umur 5 tahun ini.
Keberadaan hewan penghisap darah itu menjadi ketakutan tersendiri baginya. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah agar lintah tidak lengket di kulitnya, salah satunya dengan mengoles minyak kayu putih sampai obat nyamuk oles beberapa kali di kakinya. Sayangnya itu justru membuat kepanikan, kulit Khansa jadi iritasi. Terasa sangat panas.
“Sebenarnya kami dibekali tembakau oleh ibu kepala desa, tapi saya gak tahu disimpan di mana,” tutur Aulia sambil menunjukkan bekas lintah di tangan Khansa.
Kaki dan tangan mungil Khansa sanggup melintas semak belukar, menaiki lereng yang cukup miring. Diutarakan Khansa, setiap melakukan pendakian ada dua benda yang baginya tidak boleh dilupakan. Jaket dan Trekking Pole (tongkat daki, red).
Dua benda ini memang benda yang penting bagi seorang pendaki. Terutama Trekking Pole, sehingga ketika menemui lereng yang cukup miring maka akan mempermudahnya untuk melewati jalur itu. Selain dua benda tadi, Ayah Khansa menceritakan jika anaknya pasti membawa cemilan.
“Saya selalu mengingatkan kepada Khansa agar tidak menghabiskan cemilannya. Lebih baik banyak tersisa daripada kekurangan,” kata Auila lagi.
Ada cerita menarik yang juga diutarakan terkait sifat gadis cilik ini. Rupanya selama melakukan pendakian, Khansa bukan hanya membawa cemilan lebih tetapi juga mainan. Semuanya ini sudah diniatkan, di lokasi perkampungan rupanya khansa yang pemalu ini cepat akrab dengan anak-anak. Mainan yang sudah dibawanya itu dibagi secara sukarela.
Saat disinggung apakah ia akan menginjakkan kaki lagi di Bukit Raya. Tak ada kata iya ataupun tidak yang keluar dari bibir mungilnya, ia hanya tertunduk malu-malu. Tergambar jelas jika jalur Bukit Raya sudah membekas di ingatan Khansa.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
