
MATA PENCAHARIAN: Seorang petani purik di Nanga Sambus, Kapuas Hulu.
Dulu tumbuh liar di tepi sungai, kini kratom atau purik dibudidayakan dan sudah bisa dipanen enam bulan setelah tanam. Permintaan terbesar datang dari Amerika Serikat dan Kanada.
ARIEF NUGROHO, Kapuas Hulu
---
SEPINTAS, tidak ada yang istimewa dari tanaman ini. Seperti halnya tanaman yang tumbuh liar di pinggir aliran sungai dan hutan tropis di Kalimantan Barat. Masyarakat lokal menyebutnya purik.
Tapi, di balik penampilannya yang biasa saja itu, berkat manfaat yang dikandungnya, kratom atau purik kini dianggap sebagai penyelamat nasib masyarakat pedalaman, khususnya para petani karet.
Sampai-sampai tanaman bernama Latin Mitragyna speciosa itu dijuluki ”pohon uang.”
Nun di Istana Kepresidenan Jakarta, kratom juga sampai jadi bahasan rapat khusus Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri. Seusai rapat, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memastikan kalau Kementerian Kesehatan tidak memasukkan tanaman tersebut sebagai golongan narkotika. Lalu untuk mengetahui khasiatnya secara ilmiah, BRIN diminta meneliti. ”BRIN lakukan langkah riset lanjutan untuk mengetahui seberapa besar bahayanya,” ucap Moeldoko Kamis (20/6) lalu.
Di sisi lain, Badan Narkotika Nasional (BNN) tetap bersikeras meminta kratom dilarang dikonsumsi selama masih dalam penelitian, kecuali untuk kepentingan riset. ”Kratom memiliki efek samping yang berbahaya bagi tubuh, terlebih jika digunakan dengan dosis tinggi,’’ ujar Kepala BNN RI Komjen Pol Marthinus Hukom dalam keterangan tertulis resmi di Jakarta pada Jumat (21/6).
Di Jakarta menjadi perdebatan, tidak demikian halnya di sentranya, desa pemasok terbesar, Nanga Sambus, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Purik lewat daunnya napas baru perekonomian warga. Penyelamat di saat harga karet atau getah serta komoditas lain terjun bebas.
Di tingkat petani, 1 kilogram purik berbentuk remahan (bubuk kasar) dihargai Rp 30 ribu hingga 35 ribu per kilogram. Beda lagi jika sudah berbentuk powder atau tepung, harganya kian melambung tinggi. Terlebih jika dipasarkan ke luar negeri, harganya bisa mencapai Rp 500 ribu per kilogram atau lebih dari 15 kali lipat.
Jadi, tidak heran jika masyarakat yang semula mengolah komoditas lokal seperti karet dan minyak sawit berbondong-bondong beralih menanam tanaman tersebut. Dari 278 kepala keluarga atau sekitar 800 jiwa, sekitar 90 persen di antaranya kini menjadi petani purik.
Salah satunya Sumantri. Bertani purik sejak 2018, pria yang sehari-hari bekerja sebagai perangkat desa ini memiliki lebih dari 2.000 batang pohon yang ditanam di atas lahan seluas 2 hektare. Menurut dia, menanam purik terbukti menjamin kesejahteraan meskipun masih dibayang-bayangi kekhawatiran soal regulasi dan legalitas.
’’Kalau yang sudah lama, sekali panen pendapatan mereka bisa mencapai Rp 15 juta hingga 40 juta. Tergantung jumlah batang dan luasan lahannya,” kata pria yang akrab disapa Coy itu kepada Pontianak Post yang beberapa waktu lalu mengunjungi desa tersebut.
Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat yang lain. Terutama bagi yang tidak memiliki lahan.
”Mereka menjadi buruh petik saat panen. Per kilogram dibayar Rp 2.000 dan rata-rata sehari mereka bisa menghasilkan 50 kilogram daun purik,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Crystal Palace vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Eagles Berpeluang Pesta Gol
Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris: Laga Sengit Berpotensi Imbang di Vitality
Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest di Liga Inggris: Kans The Villa Menang Tipis
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022