Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juni 2022 | 14.48 WIB

Mahasiswa FK UM Surabaya Ciptakan Aikko untuk Cegah Stunting

MEMBANGGAKAN: Dari kiri, Indah Kamula, Faishal Fahmi Fajar, Insira Yumna, dan dosen Fakultas kedokteran dr Gina Nur Djalillah melihat aplikasi Aikko di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Sutorejo, Jumat (24/6). (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

MEMBANGGAKAN: Dari kiri, Indah Kamula, Faishal Fahmi Fajar, Insira Yumna, dan dosen Fakultas kedokteran dr Gina Nur Djalillah melihat aplikasi Aikko di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Sutorejo, Jumat (24/6). (Robertus Risky/Jawa Pos)

Angka stunting di Indonesia, khususnya Surabaya, masih terbilang tinggi. Hal itu membuat empat mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya tergerak menciptakan inovasi Aikko untuk mencegah stunting pada anak.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

DOSEN pembimbing dr Gina ND SpA begitu antusias menjelaskan aplikasi Aikko di Gedung G Lantai 2 Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Jumat (24/6). Fitur yang mudah digunakan itu sudah membantu ratusan anak bermasalah gizi di Surabaya.

Bahkan, aplikasi tersebut berhasil meraih medali emas dalam event 1 Idea 1 World yang digelar Turkish Inventors Association (TUMMIAD) dan World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) di Turki.

Sekilas, aplikasi Aikko terlihat sederhana. Namun, manfaatnya begitu berarti bagi masyarakat. Khususnya, dalam pencegahan stunting pada anak. Aplikasi tersebut digagas langsung oleh empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Mereka adalah Damara Oky, Insira Yumna, Indah Kamula, dan Faishal Fahmi.

Insira mengatakan, inovasi itu memang untuk mencegah stunting, kondisi anak yang tidak memiliki berat badan (BB) cukup. Ide tersebut bermula karena masih tingginya angka stunting di Indonesia.

Menurut survei Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 20 persen atau 5 juta anak mengalami stunting atau berperawakan pendek.

”Akhirnya, pada awal pandemi 2020, kami (tim penggagas Aikko) membuat inovasi yang berbasis teknologi dan sudah digunakan Oktober 2021,” katanya.

Aplikasi berbasis teknologi tersebut bertujuan agar bisa digunakan untuk seluruh lapisan masyarakat dan terjangkau bagi yang memiliki akses internet. Jika aplikasi tersebut sudah digunakan, masyarakat akan lebih aware dan waspada terhadap kondisi anaknya.

”Apakah anaknya memerlukan kebutuhan nutrisi atau tidak,” imbuhnya.

Di dalam aplikasi tersebut juga terdapat banyak fitur. Ada fitur pengukuran kondisi anak terkait nutrisi atau gizi, apakah masuk kategori gizi normal, malanutrisi, stunting, atau obesitas. Selain itu, juga ada pengukuran haid pertama dan terakhir untuk memprediksi waktu kelahiran ibu hamil. ”Ada pula edukasi tentang kesehatan anak,” ujarnya.

Yang terpenting, ada fitur keluhan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ibu yang memiliki keluhan tentang kehamilan atau gizi anak bisa langsung kirim ke website dan akan di-link-an ke e-mail. Kemudian, akan diarahkan langsung ke dokter Gina sebagai dokter anak sekaligus dosen pembimbing.

’’Jadi, semua terintegrasi. Dokter juga akan melakukan intervensi langsung untuk membantu pasien yang memiliki keluhan,” katanya.

Tidak hanya memfasilitasi melalui layanan di aplikasi, lanjut dia, timnya juga langsung praktik di lapangan. Saat ini tim Aikko telah bekerja sama dengan Puskesmas Kenjeran dengan melibatkan kader-kader posyandu untuk melakukan bakti sosial (baksos).

”Kami sudah mendapatkan 300 pasien. Dari pasien itu, kami melakukan intervensi bagi yang mempunyai stunting dan menaikkan gizinya kembali,” imbuhnya.

Cara kerja aplikasi tersebut mudah. Masyarakat tinggal membuka website www.aikkochildcare.com. Kemudian, ibu mengisi data untuk login dan akan muncul grafik untuk mengetahui status gizi anak.

”Nanti semua keluar statusnya, apakah anak masuk gizi kurang, stunting, malanutrisi, atau gangguan lain,” katanya.

Saat ini tim Aikko juga melakukan pendampingan langsung di lapangan, mulai pemeriksaan gratis, baksos, pengukuran BB, tinggi badan (TB), hingga lingkar kepala dan lingkar lengan.

”Kami juga edukasi dan intervensi serta memfasilitasi untuk gizinya,” ujarnya. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore