Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Januari 2024 | 20.49 WIB

Lima Siswa SMAK YBPK 1 Surabaya Buat Filter Knalpot dari Daun Angsana

INOVASI: Rosario Riyan Putra Helisa (kanan), siswa SMAK YBPK 1 Surabaya, bersama rekan-rekannya dengan didampingi Kepala SMAK YBPK 1 Surabaya Djoko Tijasnindarto (kiri) memperlihatkan filter exhaust.

Lima siswa SMAK YBPK 1 Surabaya meraih medali emas dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO) beberapa waktu lalu. Mereka menambahkan daun sono pada alat penyaring gas buang motor.

AZAMI RAMADHAN, Surabaya

TABUNG filter itu berukuran kecil. Panjangnya 20–30 sentimeter dengan diameter 5 sentimeter. Namun, alat buatan Rosario Riyan Putra Helisa, Gabriel Tiffany, Samuel Christofel Siwallete, Christian Rainhard Simatupang, dan Natania Dewi Ariel itu mampu mengurangi emisi gas buang pada kendaraan bermotor.

Alat penyaring itu dinamai filter exhaust. Sesuai dengan namanya, alat tersebut berfungsi mengurangi emisi pada kendaraan. Kuncinya ada pada bahan-bahan yang diletakkan di dalam filter.

Rosario dan teman-temannya meletakkan daun angsana atau sering disebut daun sono pada alat penyaring itu. Daun angsana tersebut akan menyerap gas polutan yang dikeluarkan motor, salah satunya karbon monoksida (CO).

”Ide ini muncul saat kami melihat perantingan pohon angsana di dekat sekolah,” ucapnya.

Daun-daun angsana itu, kata Rosario, lantas dikumpulkan. Berbekal pembahasan di forum karya ilmiah remaja (KIR) tentang kegunaan daun sono, mereka akhirnya memutuskan untuk memulai penelitian.

Hasil riset itu dituangkan dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Teknologi (Pterocarpus indicus) Filter Exhaust sebagai Absorben terhadap Kualitas Udara. Buah pemikiran itu juga dilengkapi dengan alat yang mereka buat, yaitu filter yang di dalamnya terdapat olahan daun angsana.

Inovasi lima siswa SMAK YBPK 1 Surabaya tersebut diikutkan dalam ajang National Applied Science Project Olympiad (NASPO). Dalam lomba yang dihelat Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Departemen Aktuaria Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu, mereka menyabet medali emas.

Menurut Rosario, inovasi itu berguna bagi kendaraan yang usianya lebih dari 10 tahun. ”Kan ada wacana usia kendaraan ya. Nah, inovasi ini semoga bisa jadi harapan baru,” ucapnya.

Gabriel Tiffany menambahkan, komposisi campuran penyaring daun sono itu terdiri atas daun sono, kertas bekas, dan tepung kanji sebagai unsur perekat dua komponen tersebut.

’’Daun sono dicacah, juga kertas bekas, lalu diblender. Diperas dan dicampur kanji, itu merekatkan antar komponen,” papar Tiffany. Dari dua dahan angsana bisa dihasilkan empat helai penyaring atau filter exhaust.

Menurut Tiffany, pemilihan daun sono sebagai filter knalpot cukup efektif. Sebab, beberapa penelitian menyebut, pohon angsana memiliki daya serap polutan yang tinggi dan mampu mengurangi polusi udara hampir 70 persen, sisanya diserap oleh tumbuhan perdu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore