
SEMANGAT BERKARYA: Video Remy Sylado saat membaca puisi dan diputar dalam acara Doa dan Penggalangan Dana untuk Remy Sylado di Taman Ismail Marzuki, Jakarta (4/2). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Photo
Reza Rahadian membacakan salah satu puisi karya Remy. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
”Naskahnya akan saya rekam, Remy akan bercerita. Naskahnya saya ketik dan Remy meminta saya menyutradarai drama itu,” ceritanya.
Karya tersebut diciptakan Remy sebagai bentuk sumbangsih dirinya. Sebab, pada 12 Juli mendatang yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bakal meresmikan museum dan galeri seni. Sebagai wadah memamerkan karya dan kiprah salah seorang putra daerah terbaiknya.
Di mata Jose, penulis novel Kerudung Merah Kirmizi itu merupakan seniman yang istimewa. Bukan cuma karya-karyanya yang melintas batas, Remy juga mampu berbahasa Yunani, Ibrani, Arab, hingga Mandarin. ”Jarang seniman yang semultitalenta itu,” ungkapnya.
Dia berharap Remy segera pulih. Jose mengaku rindu dengan karya-karyanya yang selalu baru dan menawarkan hal yang berbeda. Beruntungnya, Jose melihat ada keinginan kuat dari kerabatnya untuk sembuh. ”Semangatnya untuk sehat dan berkarya kembali tinggi sekali. Sekarang makannya banyak,” terangnya.
Harapan agar Remy cepat pulih juga disampaikan seniman Reza Rahadian. Aktor pemeran Aris dalam serial Layangan Putus itu menilai karya-karya Remy masih sangat dibutuhkan. ”Puisinya puisi bagus, bagus banget,” ujarnya.
Yang berkesan bagi Reza, Remy merupakan seniman yang peka terhadap diksi-diksi bahasa Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari salah satu karya bukunya yang mengupas tuntas pentingnya berbahasa Indonesia. ”Itu ada (tecermin) dalam puisi Om Remy,” kata Reza.
Seniman Lidia Djunita Pamoentjak atau yang akrab disapa Jajang C. Noer juga punya kesan yang dalam terhadap Remy. Dia mengenalnya sebagai sosok seniman yang penuh kasih sayang. ”Dia kalau ketemu cewek cantik seperti saya itu pasti dia peluk dulu. Peluk benar-benar. Kehangatan luar biasa,” ceritanya.
Kepribadian lain yang juga berkesan bagi aktris senior itu adalah karakternya yang percaya karya orang lain. Pengalaman itu pernah dirasakannya saat menggarap sinetron sepuluh episode berjudul Bukan Perempuan Biasa.
”Ketika saya minta dia main, dia langsung oke. Dia nggak mikir kalau saya belum pernah (jadi) sutradara,” ungkapnya.
Jajang berharap Remy bisa bangkit. Sosoknya masih dibutuhkan para seniman di Indonesia. ”Kalau kita senang atau susah, dia selalu ada sama kita,” katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
