
JADI JUJUKAN: Suasana kemacetan spot area Bukit Kingkong menuju ke Penanjakan Bromo dari jalur Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/12).
Baik dari jalur Kabupaten Probolinggo maupun Kabupaten Pasuruan, terjadi penumpukan kendaraan karena para pengunjung berangkat pada waktu hampir bersamaan. Kuota tiket harian pun ditambah, dari 2.752 menjadi 3.500.
ARIFR MASHUDI, Kab Probolinggo-FUAD ALYZEN, Kab Pasuruan
---
JAM berangkat sudah dibikin seawal mungkin. Selain agar tepat waktu menunggu sunrise atau kemunculan matahari, Choirul Umam Masduqi tahu, di masa liburan seperti sekarang ini, pengunjung Gunung Bromo pasti membeludak.
Tapi, perencanaan itu tak banyak membantu. Choirul bersama penumpang jip sewaan yang disopirinya terjebak macet di dekat pintu tiket Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu (24/12) lalu. ”Mulai dari Pendapa Ngadisari sudah padat merayap, lalu macet total di pertigaan Cemoro Lawang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.
TNBTS terletak di empat kabupaten di Jawa Timur: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang. Bromo khususnya memang sanggraloka andalan Jawa Timur. Kawah, lautan pasir, dan beragam daya tariknya magnet bagi wisatawan domestik maupun asing.
Tak mengherankan kalau pada akhir pekan panjang pada libur Natal tahun ini pengunjung membeludak. Dan, diperkirakan akan kembali seperti demikian saat libur tahun baru nanti.
Data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (23/12) pekan lalu, tercatat 2.752 wisatawan yang berkunjung, 24 di antaranya dari mancanegara. Sehari kemudian kuota tiket ditambah menjadi 3.500 pengunjung.
Ketua Tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Hendra menyebutkan, terjadi lonjakan kenaikan 30 persen dibandingkan Sabtu-Minggu pekan sebelumnya. ”Biasanya selalu ada sisa kuota tiket. Tapi, ini full tak tersisa,” katanya.
Dampaknya itu tadi: kemacetan parah di jalur menuju pintu tiket Cemoro Lawang seperti yang dialami Choirul. Itu yang lewat jalur Probolinggo. Menurut Hendra, penyebabnya karena pengunjung sampai di tempat tersebut hampir bersamaan. ”Pengunjung biasanya berangkat dari hotel menuju site lokasi wisata bersamaan untuk mencari spot terbaik sehingga titik tertentu menjadi macet,” terangnya.
Selama tiga hari terakhir, jalur wisata menuju Gunung Bromo melalui Kabupaten Pasuruan juga makin padat. Kemarin (26/12), misalnya, jalur ke Penanjakan via Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, bahkan lebih ramai daripada hari-hari sebelumnya.
Kepala Unit Turjawali Polres Pasuruan Iptu Yusuf mengatakan, sejumlah petugas berjaga di titik-titik rawan. Seperti di simpang tiga Bukit Dingklik menuju Penanjakan di Desa Wonokitri, Tosari.
Kepadatan kendaraan terjadi sejak pukul 02.00. Rata-rata pengunjung mengejar matahari terbit di Penanjakan. Bahkan, kemarin kendaraan jip yang mengangkut wisatawan di Desa Wonokitri terhitung mencapai 1.500 unit. Sementara kapasitas jalur wisata hanya sampai 600 kendaraan. ”Ya karena jalannya hanya satu itu. Jadi, ribuan kendaraan itu semuanya lewat jalan Desa Wonokitri,” ujarnya.
Agar lalu lintas tetap lancar, pihaknya menertibkan parkir sembarangan yang bisa menghalangi jalan. Juga menertibkan pedagang kaki lima yang membawa rombong dan parkir di tepi jalan. Bila langkah itu tak berhasil, pihaknya akan menerapkan pembatasan. Di jalur tertentu pengunjung atau wisatawan akan diminta menggunakan jasa kendaraan roda dua.
Menurut Yusuf, ada petugas di Pospam Desa Wonokitri dan warga sekitar yang ikut membantu mengatur kendaraan. Termasuk paguyuban jip. ”Begitu selesai mengantar pengunjung, jip langsung kembali ke paguyuban masing-masing untuk mencegah kemacetan,” ucapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
