
PERWAKILAN INDONESIA: Tim Tydif saat menunjukkan medali. Para penari asal Surabaya itu menjadi juara umum dalam ajang Folklore Festival Prague di Praha.
Angkat Keberagaman Surabaya, Tampilkan Tari Gereget Pasar Turi di Praha Aksi sepuluh penari perempuan asal Surabaya mampu memukau juri dalam event Folklore Festival Prague. Membawakan tari Gereget Pasar Turi asal Surabaya dan Jebing Melate asal Madura, mereka mampu meraih gelar grand prix alias juara umum.
MARIYAMA DINA, Surabaya
KEBERAGAMAN budaya dan suku di Surabaya menginspirasi tim Tydif dan Figura Cultura membuat tarian yang dipentaskan di Kota Praha, Republik Ceko. Dalam ajang Folklore Festival Prague pada 11 Agustus lalu itu, 10 penari perempuan asal Surabaya tersebut mampu meraih predikat grand prix alias juara umum.
Sepuluh penari perempuan itu terpilih lewat program Art, Culture, Tourism (Artureism) 2023. Melalui program tersebut, Indonesia berupaya mengenalkan kekayaan budayanya kepada dunia.
Chief of Artureism 2023 Fauzan Abdillah menjelaskan, tema Folklore Festival Prague tahun ini adalah Women Empowerment: Embrace Equity and Urban Development.
Para peserta dituntut untuk menyisipkan pesan tentang pemberdayaan perempuan.
Karena seluruh penari berasal dari Surabaya, karya yang ditampilkan juga mencerminkan kultur arek Suroboyo. Mereka sepakat mengangkat tema keberagaman. Baik dari segi budaya maupun masyarakatnya.
”Karena suku di Surabaya beragam. Mulai dari Jawa, Madura, Arab, hingga Tionghoa,” ucap Fauzan.
Keberagaman itu lantas digabungkan menjadi karya tari. Tydif Studio menampilkan dua tarian. Tari Gereget Pasar Turi asal Surabaya dan Jebing Melate asal Madura. Kompetisi di Praha itu diikuti 37 peserta dari berbagai negara.
Dua tarian tersebut merupakan garapan dari Diaztiarni, yang juga pembuat koreo tarian Sparkling Surabaya. Sesuai dengan namanya, tarian itu menceritakan warga Surabaya, khususnya para perempuan.
”Karakter perempuan-perempuan di Indonesia yang gigih dan mandiri itu yang kami tekankan. Terutama di Surabaya,” ucap Fauzan.
Tema lokal dan pesan yang disampaikan berhasil mencuri perhatian juri. Alhasil, mereka ditetapkan sebagai juara umum.
Setelah sukses mengenalkan tarian dari Indonesia, Fauzan bersiap menggarap film tari. Fauzan yang juga seorang sutradara muda Indonesia representatif dari New Asian Producers Network (NAPNet) akan berkolaborasi bersama penari asal Jerman dan Ceko untuk membuat film tari atau kesenian. (*/c6/aph)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
