Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Maret 2017 | 02.45 WIB

Mengenal Saidati Zubaidah, Ketua Koperasi As-Sakinah Aisyiyah

SOSOK AMANAH: Saidati setelah memimpin rapat pengurus Koperasi As-Sakinah Aisyiyah Selasa (28/3) di kawasan Jati Kepuh Indah, Candi, Sidoarjo. - Image

SOSOK AMANAH: Saidati setelah memimpin rapat pengurus Koperasi As-Sakinah Aisyiyah Selasa (28/3) di kawasan Jati Kepuh Indah, Candi, Sidoarjo.

Predikat koperasi terbaik se-Jatim dan beragam kemajuan yang dicapai Koperasi As-Sakinah tidak bisa dilepaskan dari sosok Zubaidah. Ke depan, sudah banyak program pengembangan yang disiapkan.



RESVIA AFRILENE



JAJARAN pertokoan di kawasan Jati Kepuh Indah, Candi, tampak sepi Selasa (28/3). Tidak banyak toko yang buka. Maklum, pada hari itu bertepatan dengan hari libur nasional Hari Raya Nyepi. Salah satu pintu bangunan yang masih tetap terbuka adalah Koperasi As-Sakinah milik Aisyiyah Sidoarjo. Di depan pintu bermodel rolling door berwarna abu-abu itu terparkir sejumlah sepeda motor.


Rupanya, para pengurus sedang mengadakan rapat triwulan. Seluruh pengurus yang berjumlah sembilan orang datang. Mereka mengisi daftar presensi yang tersedia. Termasuk sang ketua koperasi Saidati Zubaidah. Malah, dia datang awal untuk menyiapkan rapat. ’’Ya, biar terarah apa saja yang dibahas, supaya efektif. Jangan kebanyakan makan, tapi nggak ada simpulan,’’ ujarnya, lalu tertawa.


Perempuan kelahiran Sidoarjo, 21 Agustus 1970, tersebut lantas memimpin rapat. Mereka membahas sejumlah program agar koperasi makin maju. Omzet Koperasi As-Sakinah per tahun mencapai Rp 10 miliar. Nilai asetnya hampir Rp 7 miliar. Sudah banyak prestasi yang disabet koperasi yang dibentuk pada 2005 tersebut. Yang paling anyar adalah penghargaan dari Kementerian Koperasi serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM). ’’Koperasi As-Sakinah masuk jajaran koperasi berkualitas pada 2015. Terbaik di Jawa Timur,’’ kata Zubaidah dengan bangga.


Setelah rapat pengurus selesai, Zubaidah mengajak Jawa Pos melihat-lihat koperasi tersebut. Di dalam bangunan itu sebenarnya tidak banyak barang. Yang paling besar adalah ruang rapat lengkap dengan meja dan beberapa bufet berisi arsip. Di bagian depan, terdapat meja kasir untuk melakukan transaksi. Di depannya, ada beberapa lajur kursi bagi para nasabah.


Zubaidah menjelaskan, ada beberapa program pelayanan di koperasi binaan organisasinya. ’’Ada tabungan hari raya, buat kurban, dan tabungan umrah. Itu utamanya,’’ paparnya. Selain itu, ada tabungan berjangka atau deposito dan tabungan hari tua. Meski berbendera ormas Islam, Aisyiyah juga menerima nasabah nonmuslim yang mau ikut menabung.


Atmosfer yang menghargai keberagaman itulah yang membuat Zubaidah kepincut untuk aktif dalam pendirian koperasi tersebut. ’’Aisyiyah organisasi yang luar biasa dan modern. Saya betul-betul merasa kerja nyata di sini. Berdakwah untuk umat dan tidak membedakan-bedakan,’’ tuturnya.


Zubaidah bergabung dengan Aisyiyah pada 2005. Kala itu dia mengemban amanah sebagai sekretaris. ’’Saya juga agak kaget. Tapi, kalau sudah dipercaya, ya bismillah saja,’’ ungkapnya. Dedikasinya diakui anggota pengurus yang lain sehingga Zubaidah dilantik sebagai ketua Aisyiyah Sidoarjo masa bakti 2015–2020 sekaligus ketua pengurus Koperasi As- Sakinah.


Awalnya, dia sempat ragu untuk mengemban amanah besar tersebut. Sebab, karakter anggota yang harus dihadapi tidaklah seragam. Banyak yang kerap mengkritisi kebijakannya. Berbeda pendapat saat rapat. ’’Kadang juga baper (bawa perasaan, Red),’’ ucapnya, lantas tertawa.


Namun, semua itu dihadapinya dengan tenang. Perempuan yang memiliki dua putra tersebut yakin mampu membangun ikatan emosional dengan anggota. Kuncinya adalah mau mendengarkan dan menanggapi opini mereka. ’’Saya tanggapi dengan kebijakan pelayanan 24 jam buat pimpinan cabang dan pimpinan ranting. Jadi, kami bisa sering berkomunikasi,’’ ujar penggemar olahraga renang dan hiking tersebut.


Ide pendirian koperasi As-Sakinah pun didapatkan dari kunjungan ke pimpinan ranting Aisyiyah (PRA). Untuk menambah ilmu, Zubaidah tidak segan melawat ke koperasi lain yang dinilai lebih matang. Misalnya, Koperasi Sidogiri, Pasuruan; Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Beringharjo, Jogjakarta; Koperasi Bank BJB; hingga koperasi binaan Dinas Koperasi Bali. ’’Salah satu inovasi sekarang adalah menggaet jaringan swasta sebagai partner,’’ terangnya.


Saat ini Zubaidah sudah meneken kerja sama dengan beberapa perusahaan besar. Di antaranya, Dubai Syariah, BRI Syariah, Indosat, dan Pertamina. Bukan itu saja, Aisyiyah juga akan me-launching beberapa proyek. Di antaranya, perumahan, Srikandi Surya Logistik, sekolah kewirausahaan Aisyiyah, hingga warung kopi (warkop) yang diresmikan beberapa bulan lagi. ’’Tapi, ya nggak mungkin sesukses ini tanpa teman-teman,’’ tuturnya sembari menawarkan buah-buahan yang dibawanya di dalam tas. Rupanya, sejak kecil Zubaidah tidak bisa mengonsumsi nasi.



Dia sangat bersyukur karena dipertemukan orang-orang seorganisasi yang begitu bersemangat mewujudkan visi memajukan peradaban Islam. ’’Mereka sudah terstruktur dan mau kerja nyata,’’ tandasnya. (*/c14/pri/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore