
BERPRESTASI: Puteri Remaja Batik Jatim Theresia Alica Corona bersiap mengikuti ajang Puteri Batik tingkat nasional.
Theresia Alica Corona berupaya menularkan rasa cintanya pada batik ke anak-anak muda. Beragam cara dilakukan, mulai aktif di dunia modeling hingga rajin mengunggah hasil pemotretan di media sosial.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
Setelah berhasil menjuarai kontes Puteri Remaja Batik Jatim, Theresia Alica Corona bersiap mengikuti kompetisi yang setingkat di atasnya. Yaitu, Puteri Batik Remaja tingkat nasional. Berbagai persiapan pun sedang dilakukan oleh There, sapaan Theresia.
Siswi SMA St. Louis 1 itu makin getol mempelajari seluk-beluk dan ragam batik dari berbagai daerah, khususnya di Jatim. Dia bahkan menggiatkan berbagai upaya untuk bisa menularkan rasa cinta terhadap batik, terlebih kepada teman-teman sebayanya.
Misalnya, beberapa waktu lalu dia melakoni sesi pemotretan dengan mengenakan batik rancangan desainer Surabaya. Untuk mendapatkan foto yang sempurna, There memakai jasa tim fotografer. Sehingga jepretan yang dihasilkan itu bisa dipakai untuk bahan kampanye tentang keindahan batik di media sosial (medsos).
”Sebisa mungkin foto pakai batik itu harus menampilkan angle terbaik. Jadi, pas di-posting di medsos, banyak yang tertarik buat pakai dan akhirnya juga suka sama batik,” ujarnya.
There memang sudah tidak asing dengan pemotretan. Tahun lalu dia adalah Winner Top Model 2022. ”Aku memang berawal dari dunia modeling. Lalu, penasaran menjajal dunia beauty pageant (kontes kencantikan). Puji syukur, dipercaya dapat gelar,” jelasnya.
Dunia modeling yang telah lebih dulu dijajalnya membuat There punya bekal untuk kompetisi di ajang Puteri Batik Remaja tingkat nasional. Baik skill berjalan di atas catwalk, pose untuk runway ataupun untuk pemotretan, public speaking, maupun skill menonjolkan angle terbaik dari tipikal wajahnya yang cenderung eksotis.
”Persiapan ke nasional November nanti, saya banyak belajar terkait motif dan ragam batik,” ujarnya.
Misalnya, motif parang yang punya arti bahwa manusia harus memiliki cita-cita yang luhur, kukuh teguh pada pendirian, dan setia pada kebenaran. Masih ada lagi motif prada dari Bali dan tenun dari NTT. Sangat kaya dan bervariasi.
Maka, warisan budaya berupa batik harus dilestarikan dan dikembangkan. ”Harus lebih banyak lagi anak muda yang menyadari hal tersebut,” papar There.
There tidak memasang target khusus saat berlomba di ajang Puteri Batik tingkat nasional. Dia merasa, tugas dan misi besarnya sebagai Puteri Remaja Batik Jatim adalah selalu menjadi agen yang menyebarkan kebudayaan Indonesia di kancah yang lebih besar hingga internasional. Bukan melulu berfokus mengejar selempang juara lebih tinggi.
”Nanti di ajang nasional, selama karantina saya harus menjadi representasi anak muda Jatim yang mandiri, anggun, sekaligus smart. Layaknya seorang beauty queen sejati. Maka, saya akan berusaha tampil semaksimal mungkin dan mengambil banyak ilmu serta pengalaman selama kompetisi berlangsung. Menang itu bonus,” tegasnya. (*/c6/aph)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
