Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Februari 2017 | 02.22 WIB

Aryo Seno Bagaskoro, Aktivis Muda Pelopor Gerakan Pelajar Surabaya

CARI INSPIRASI: Aryo Seno Bagaskoro membaca buku di rumahnya. Dari buku itu, dia mendapatkan berbagai inspirasi untuk aksi-aksinya. - Image

CARI INSPIRASI: Aryo Seno Bagaskoro membaca buku di rumahnya. Dari buku itu, dia mendapatkan berbagai inspirasi untuk aksi-aksinya.

Pemuda adalah kunci perubahan. Begitu prinsip yang dipegang Aryo Seno Bagaskoro. Melalui berbagai aksi, dia mengajak pelajar agar bisa bersuara dan menyampaikan pendapat untuk suatu keadaan yang lebih baik.



EDI SUSILO



SENYUMNYA ramah saat Jawa Pos datang ke kediamannya di Jalan Manyar Tirtoasri IV Nomor 18 Selasa (14/2). Pukul 16.00, dengan membawa beberapa buku koleksinya, pemuda kerempeng dan berkacamata itu berbincang mengenai motivasinya untuk membuat sebuah gerakan perubahan. Khususnya di kalangan pelajar.


Ya, pelajar Surabaya pasti sudah tidak asing dengan sosoknya. Selain dikenal sebagai siswa segudang prestasi, Seno memang akrab sebagai pelopor aksi pelajar. Untuk yang terakhir itu, siswa SMAN 5 Surabaya tersebut beberapa hari lalu melakukannya.


Jumat (10/2), dengan sekitar 30 siswa dari berbagai SMA/SMK di Surabaya, Seno menemui Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf untuk berdialog. Membahas nasib pelajar SMA/SMK di Surabaya setelah pelimpahan wewenang dari pemkot ke provinsi. ’’Ya, kemarin itu kami, pelajar, ingin silaturahmi dan menyampaikan pendapat,’’ katanya.


Dalam proses mediasi tersebut, Seno tidak terlihat canggung. Bersama lima perwakilan siswa lainnya, mereka dengan lugas menyampaikan pendapat. Terlihat bahwa pertemuan itu telah direncanakan dengan matang. ’’Kami sudah mempersiapkan mediasi tersebut sebulan sebelumnya,’’ tutur pelajar kelahiran 23 Agustus 2001 tersebut.


Kepeloporan pelajar kelas X IPS itu dalam menyusun sebuah aksi memang tidak perlu diragukan. Di isu yang sama, pada Maret 2016 Seno dan perwakilan Organisasi Pelajar Surabaya (Orpres) juga berhasil menggegerkan Surabaya. Dengan mengumpulkan 33 ribu surat pelajar untuk presiden. Kala itu, dalam selembar surat, ribuan siswa menyampaikan harapan agar pengelolaan SMA/SMK seharusnya tetap berada di tangan Kota Surabaya.


Putra tunggal pasangan Filipus Tedjo Baskoro-Deborah Fara Angelia itu mengungkapkan, berbagai aksi tersebut memang sudah disiapkan secara matang dan atas kemauannya sendiri. Menurut dia, setiap pemuda dan pelajar memang harus menjadi motor penggerak perubahan ke arah yang lebih baik.


Seno menuturkan, optimisme bahwa pemuda mampu mengubah keadaan tersebut diperoleh sepulang dari Asian Youth Education Forum di Busan, Korea Selatan, pada 2014. Saat duduk di kelas VIII SMP, Seno terinspirasi dari pertemuan yang berlangsung selama seminggu tersebut.


Dalam pertemuan itu, Seno mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan pelajar dari berbagai negara. Antara lain, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Rusia, dan Filipina. Dari pertemuan itu, bermacam pendapat dilontarkan masing-masing peserta diskusi yang semuanya menarik. ’’Sejak itu saya mulai optimistis pemuda bisa mengubah dan menjadi pemimpin,’’ jelasnya.


Sepulang dari Negeri Ginseng itu, Seno mulai melakukan gerakan nyata di sekolah. Sebagai ketua majelis perwakilan kelas (MPK) dan konselor sebaya, Seno pernah mengajak seluruh siswa di sekolahnya untuk aksi antinarkoba.


Dengan membawa poster dan berbagai imbauan, Seno dan teman-temanya bergerak keliling sekolah, mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba. Tidak berhenti di situ, Seno juga terlibat aktif dalam sosialisasi antinarkoba di sekolah-sekolah dan tempat umum.


Ketua Aliansi Pelajar Surabaya (APS) tersebut mengungkapkan, selain berdiskusi dengan pelajar dari berbagai negara, seluruh aksi yang dibuat terinspirasi dari buku yang gemar dibaca. Khususnya mengenai biografi tokoh. Genre buku favoritnya.


Koleksi buku biografi tentang Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir, H.O.S. Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, dan Tan Malaka lengkap di kamarnya. Dia mengatakan, dari berbagai buku bacaan tersebut, dia menemukan kunci bahwa setiap gerakan memang harus dimulai sedari muda.


Kegemarannya membaca biografi menginspirasinya untuk membentuk sebuah gerakan. Selain bisa menggugah semangat, buku tokoh itu memunculkan inspirasi dan membantu gerakan.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore