
LESTARI: Sri Murniati di galeri batik miliknya. Batik kreasinya sudah sampai ke luar pulau.
Tidak sengaja mengikuti pelatihan batik membuat Sri Murniati jatuh hati ke salah satu warisan budaya Indonesia ini. Dia tekun menggali informasi seluk beluk batik ke Solo dan Jogja.
DENI KURNIAWAN, Madiun
EMPAT pembatik sibuk dengan bentangan kain di depannya. Sesekali bercanda, tangan mereka tetap tidak mau berhenti mewarnai kain. Kesibukan itu berlangsung di halaman samping sebuah galeri batik di Jalan Halmahera, Kelurahan Kartoharjo, Kota Madiun.
Sri Murniati, pemilik galeri, kadang memberikan arahan tentang teknik pewarnaan. Dia juga tidak segan memberikan contoh. ”Membatik itu harus teliti pada detail-detail pewarnaan motifnya,’’ pesan Sri Murniati.
Perempuan yang sering disapa Murni tersebut merintis galeri batik sejak enam tahun silam. Dia mengaku antara percaya dan tidak atas perannya ikut melestarikan warisan budaya Indonesia itu. ”Saya sudah lama suka batik. Benar-benar menekuni setelah ada pelatihan membatik yang diadakan Disperindag Kota Madiun. Ikut pelatihan juga tidak sengaja,’’ ungkap PNS berusia 50 tahun tersebut.
Murni yang bertugas di kantor satpol PP Madiun kebetulan diminta menjaga acara pelatihan membatik. Ketika itu dia ngebet ikut belajar memegang canting. Namun, Murni merasa tidak enak hati lantaran sedang berseragam polisi pamong praja.
Dia terpaksa mengurungkan niatnya sembari berharap mendapatkan kesempatan di lain waktu. ”Kebetulan ada satu peserta pelatihan berhalangan datang. Maju mundur minta izin komandan, saya boleh menggantikannya,’’ kenang ibu tiga anak itu.
Murni girang bukan kepalang saat duduk dengan jari tangan kanan memegang canting. Arahan dari instruktur batik diperhatikannya seksama seraya praktik langsung di atas kain. Waktu berjam-jam dihabiskannya untuk membatik. Tak disangka, batik tulis karya Murni menempati urutas atas penilaian. ”Saya heran bercampur senang,’’ ingatnya.
Murni akhirnya kecanduan membatik. Kepuasan merampungkan sebuah pola memompa semangatnya untuk terus berlatih. Dia sengaja memborong seperangkat peranti membatik.
Apalagi, waktunya kian longgar setelah berpindah tugas sebagai staf di kantor Kelurahan Nambangan Lor pada November 2011. Libur kerja Sabtu dan Minggu dimanfaatkan Murni melancong ke Solo dan Jogja mengunjungi sejumlah perajin batik. ”Tanya banyak hal tentang kerajinan batik sambil belajar,’’ katanya.
Murni sengaja mengajak ibu-ibu di Nambangan Lor belajar membatik yang ternyata bukan perkara gampang. Peserta yang awalnya berjumlah 58 hanya tersisa delapan orang.
Muncul niat Murni mendirikan galeri dan memproduksi batik secara masal. Delapan pembatik asal Nambangan Lor tersebut diajak lebih serius menekuni batik. ”Akhirnya berjalan sampai sekarang,’’ ujarnya.
Murni tidak mau tanggung-tanggung. Pada awal-awal merintis galeri batik, istri Tonni Wiweko itu nekat ambil cuti. Dia mengunjungi Balai Batik Jogja untuk mendalami warna alami batik. Daftar bahan pewarnaan alami pun didapat, mulai kayu tingi sampai daun indigo.
Kelir kuning dan biru yang berasal dari bahan alami tersebut diyakini lebih awet menempel pada kain. ”Lebih tahan lama kalau menggunakan bahan-bahan alami,’’ tuturnya. Dia mengamati, warna-warna yang dihasilkan pewarna alami berkesan kalem. Urusan tebal dan tipis warna bisa diakali pada tahap penguncian warna.
Ada tiga media pengunci warna yang digunakan. Yakni, tawas untuk warna lebih muda, enjet (larutan gamping) untuk warna sedang, dan tunjung untuk warna yang lebih gelap. ”Kain harus berkali-kali dicelup ke larutan itu,’’ jelasnya. ”Untuk motif pecel yang saya buat, perlu belasan kali penguncian warna,’’ imbuhnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
