Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2017 | 22.51 WIB

Personel Efek Rumah Kaca Adrian Yunan yang Berkarya dalam Gulita

MOTIVASI BERKARYA: Adrian Yunan Faisal dan sang putri, Rindu, di Jakarta (20/7). - Image

MOTIVASI BERKARYA: Adrian Yunan Faisal dan sang putri, Rindu, di Jakarta (20/7).


Album Sintas dihasilkan Adrian Yunan setelah fisik dan mentalnya drop serta sempat beristirahat total karena kehilangan penglihatan. Ada tiga diagnosis berbeda tentang penyebab gangguan matanya.





NORA SAMPURNA, Jakarta





Sebelah mataku yang mampu melihat



Bercak adalah sebuah warna warna mempesona



’’Sebelah Mata’’, Efek Rumah Kaca





BOCAH perempuan itu menggelayut manja di pangkuan sang ayah. Balon di tangan asyik dimainkannya.



’’Saya pernah bikin citraan visualnya dia,’’ kata Adrian Yunan Faisal, sang ayah, sembari mengecup lembut kepala Rindu, bocah tersebut.



Namun, lanjut basis band Efek Rumah Kaca (ERK) tersebut, upayanya itu ’’gagal’’. Bukan karena gambarnya tidak jadi. ’’Kata ibunya, Rindu lebih cantik dari bayangan saya, hehehe,’’ ujar pria kelahiran Jakarta 41 tahun lalu itu.



Maklum, Adrian mereka wajah Rindu berdasar suara yang ditangkap dari interaksi keseharian. Sejak bocah buah pernikahannya dengan Yonita Ismiyati itu lahir pada April 2014, Adrian memang belum pernah melihatnya langsung.



Sebab, penglihatannya semakin buruk sejak 2010. Dari awalnya mengalami low vision, lalu hanya bisa melihat dengan mata kanan. Sampai kemudian, sebagaimana ditulisnya dalam Sebelah Mata, salah satu hit ERK, ’’gelap adalah teman setia/dari waktu-waktu yang hilang’’.



Kehilangan penglihatan itu memang sempat membuatnya sangat terpukul. Serasa jatuh ke terowongan tanpa cahaya di ujung sana. Tapi, ketegaran sang istri dan energi dari si buah hati mengembalikan semangatnya.



Buahnya adalah album solo Sintas yang dirilisnya pada Juni lalu. ’’Saya ingin sembuh. Bukan untuk saya, tapi untuk Rindu,’’ ucap Adrian.



Hari-hari gelap Adrian bermula pada 2005. Dia merasakan penglihatannya mulai berkurang. Selain mulai mengumpulkan materi untuk album pertama ERK, kala itu dia bekerja kantoran di bidang jasa kalibrasi. Otomatis, kejelian mata sangat dibutuhkan.



’’Awalnya, saya mikir mungkin kecapekan. Mata minus,’’ ungkapnya.



Namun, kian lama, low vision itu terasa kian mengganggu. Adrian pun memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore