Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2017 | 23.33 WIB

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Pemegang Rekor Dunia Penciptaan Pantun

PRODUKTIF: Irwan Prayitno dan buku Pantun Spontan ala Irwan Prayitno Jilid I di rumah dinas gubernur Sumbar (14/9) di Padang. - Image

PRODUKTIF: Irwan Prayitno dan buku Pantun Spontan ala Irwan Prayitno Jilid I di rumah dinas gubernur Sumbar (14/9) di Padang.

Irwan Prayitno menulis belasan ribu pantun sesuai dengan tema berbagai acara yang dihadiri dan siapa saja yang hadir. Seperti terlihat dalam festival terakhir, anak-anak muda Sumbar pun ikut tertular hobi sang gubernur.


RIKI CHANDRA, Padang


Presiden pulang bawa kenangan
Kami ditinggal dapat harapan
Kalau boleh kami berangan-angan
Datanglah ke Padang setiap bulan


KALAU kebetulan berada dalam satu acara dengan Irwan Prayitno, siap-siap saja jadi ”korban”. Entah dari sisi pakaian, sepatu, kacamata, gaya rambut, atau bahkan kebiasaan sehari-hari.


Semuanya itu bisa jadi bahan bagi gubernur Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. Tapi, tak usah khawatir. Jadi korban urang Minang kelahiran Jogjakarta itu justru mengundang tawa.


Karena ”senjata” yang dia pakai adalah pantun. Lihat saja yang terjadi pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam contoh pantun di atas. Dia sampai tergelak oleh pantun karya Irwan yang dibacakan dalam sebuah acara di Padang tahun lalu tersebut.


Apalagi ketika mendengar pantun berikutnya:
Presiden kita Pak Jokowi
Kerja sehari-hari sibuk sekali
Anak menantang panco pun diladani
Itulah contoh orang tua peduli


Irwan memang sangat produktif mencipta pantun. Gubernur yang tengah memimpin Sumbar di periode kedua itu bahkan tercatat sebagai pemegang rekor versi Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).


Sebanyak 18.000 pantun karya profesor psikologi tersebut menjadikannya kepala daerah pencipta pantun terbanyak di dunia. ”Menciptakan pantun sebegitu banyak kami anggap sebagai kreativitas luar biasa dari seorang kepala daerah di tengah kesibukan yang seabrek,” kata Manajer Muri Andre Purwandono ketika menyerahkan penghargaan di sela-sela final Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno di Padang 20 Agustus lalu


Kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Irwan mengaku baru aktif menulis pantun pada pertengahan 2015. Saat masa jeda menunggu dilantik sebagai gubernur Sumbar periode kedua.


Sebelumnya, di periode pertama sebagai gubernur, suami Nevi Zuairina itu sama sekali tak berpantun. Kendati dalam banyak kesempatan, kolega sesama pejabat pemerintahan sering memancingnya. Tifatul Sembiring misalnya.


Kedekatannya dengan pantun dimulai saat, lewat berbagai grup di WhatsApp (WA), pria 53 tahun tersebut kerap membaca kiriman dari rekan-rekannya. Isinya, mulai gurauan sampai ledekan.
Karena di saat bersamaan waktunya banyak longgar, mantan anggota DPR itu pun membalas satu per satu pantun-pantun yang masuk. Semuanya otodidak.


”Nah, karena terbiasa, saya menjadi yang tercepat membalas pantun-pantun itu melalui WA,” terang gubernur yang akrab disapa IP tersebut di rumah dinasnya di Padang Kamis lalu (14/9).
Secara garis besar, pantun adalah puisi rakyat atau puisi lama Nusantara yang diberi nada atau rima. Semacam parikan di Jawa atau paparikan di Sunda. Terdiri atas dua bagian, sampiran dan isi. Pola di ujungnya AB-AB atau AA-AA.


Tapi, dalam berkarya, IP mengaku lebih mengedepankan spontanitas. Jadi, tak terlalu memikirkan tentang gaya.


Bagi dia, yang terpenting memenuhi kaidah umum: empat baris dengan pola rima AB-AB atau AA-AA. Sedangkan bahasanya bercampur antara bahasa Minang dan bahasa Indonesia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore