
PRODUKTIF: Irwan Prayitno dan buku Pantun Spontan ala Irwan Prayitno Jilid I di rumah dinas gubernur Sumbar (14/9) di Padang.
Irwan Prayitno menulis belasan ribu pantun sesuai dengan tema berbagai acara yang dihadiri dan siapa saja yang hadir. Seperti terlihat dalam festival terakhir, anak-anak muda Sumbar pun ikut tertular hobi sang gubernur.
RIKI CHANDRA, Padang
Presiden pulang bawa kenangan
Kami ditinggal dapat harapan
Kalau boleh kami berangan-angan
Datanglah ke Padang setiap bulan
KALAU kebetulan berada dalam satu acara dengan Irwan Prayitno, siap-siap saja jadi ”korban”. Entah dari sisi pakaian, sepatu, kacamata, gaya rambut, atau bahkan kebiasaan sehari-hari.
Semuanya itu bisa jadi bahan bagi gubernur Sumatera Barat (Sumbar) tersebut. Tapi, tak usah khawatir. Jadi korban urang Minang kelahiran Jogjakarta itu justru mengundang tawa.
Karena ”senjata” yang dia pakai adalah pantun. Lihat saja yang terjadi pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam contoh pantun di atas. Dia sampai tergelak oleh pantun karya Irwan yang dibacakan dalam sebuah acara di Padang tahun lalu tersebut.
Apalagi ketika mendengar pantun berikutnya:
Presiden kita Pak Jokowi
Kerja sehari-hari sibuk sekali
Anak menantang panco pun diladani
Itulah contoh orang tua peduli
Irwan memang sangat produktif mencipta pantun. Gubernur yang tengah memimpin Sumbar di periode kedua itu bahkan tercatat sebagai pemegang rekor versi Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).
Sebanyak 18.000 pantun karya profesor psikologi tersebut menjadikannya kepala daerah pencipta pantun terbanyak di dunia. ”Menciptakan pantun sebegitu banyak kami anggap sebagai kreativitas luar biasa dari seorang kepala daerah di tengah kesibukan yang seabrek,” kata Manajer Muri Andre Purwandono ketika menyerahkan penghargaan di sela-sela final Festival Pantun Spontan ala Irwan Prayitno di Padang 20 Agustus lalu
Kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Irwan mengaku baru aktif menulis pantun pada pertengahan 2015. Saat masa jeda menunggu dilantik sebagai gubernur Sumbar periode kedua.
Sebelumnya, di periode pertama sebagai gubernur, suami Nevi Zuairina itu sama sekali tak berpantun. Kendati dalam banyak kesempatan, kolega sesama pejabat pemerintahan sering memancingnya. Tifatul Sembiring misalnya.
Kedekatannya dengan pantun dimulai saat, lewat berbagai grup di WhatsApp (WA), pria 53 tahun tersebut kerap membaca kiriman dari rekan-rekannya. Isinya, mulai gurauan sampai ledekan.
Karena di saat bersamaan waktunya banyak longgar, mantan anggota DPR itu pun membalas satu per satu pantun-pantun yang masuk. Semuanya otodidak.
”Nah, karena terbiasa, saya menjadi yang tercepat membalas pantun-pantun itu melalui WA,” terang gubernur yang akrab disapa IP tersebut di rumah dinasnya di Padang Kamis lalu (14/9).
Secara garis besar, pantun adalah puisi rakyat atau puisi lama Nusantara yang diberi nada atau rima. Semacam parikan di Jawa atau paparikan di Sunda. Terdiri atas dua bagian, sampiran dan isi. Pola di ujungnya AB-AB atau AA-AA.
Tapi, dalam berkarya, IP mengaku lebih mengedepankan spontanitas. Jadi, tak terlalu memikirkan tentang gaya.
Bagi dia, yang terpenting memenuhi kaidah umum: empat baris dengan pola rima AB-AB atau AA-AA. Sedangkan bahasanya bercampur antara bahasa Minang dan bahasa Indonesia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
