Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Oktober 2017 | 01.24 WIB

Ni Luh Komang Ayu, Disc Jockey (DJ), dan Julukan Pengacara Malam

DUA DUNIA: Ni Luh Komang Ayu menjalani dua profesi sebagai pengacara dan DJ. - Image

DUA DUNIA: Ni Luh Komang Ayu menjalani dua profesi sebagai pengacara dan DJ.

Ni Luh Komang Ayu punya dua profesi yang boleh dibilang bertolak belakang. Dia adalah seorang advokat yang sekaligus piawai meracik beat-beat musik melalui peralatan turntable sebagai DJ Sayu.


THORIQ S. KARIM, Surabaya


’’SAYA sering merasa aneh,’’ kata perempuan kelahiran Bali pada 1990 tersebut. Ungkapan itu diucapkan di Hotel Luminor, Surabaya, Jumat (20/10).


Kenapa aneh? Ya, Ayu sepintas memang lebih cocok sebagai entertainer. Rambutnya sebahu. Warnanya tembaga. Kaus hitam dan celana jins yang dikenakan ketika itu memberikan kesan seksi. Rasanya, perannya yang sehari-hari juga menjadi pengacara praktis hilang. Yang tampak malam itu murni seorang entertainer.


Malam itu Ayu menghadiri acara Persatuan Disc Jockey Indonesia (PDJI) wilayah Jawa Timur. Di organisasi itu, dia menjabat koordinator bidang hukum. Jika ada permasalahan yang menyangkut hukum, dia didapuk sebagai penasihat hukumnya.


Ayu aktif beracara sejak 2014. Namun, sebelumnya dia aktif di kantor Kongres Advokat Indonesia di Sidoarjo pada 2012. ’’Kala itu saya magang sambil menunggu ijazah dari kampus keluar,’’ ucap lulusan S-1 Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara itu.


Selama menjadi pengacara, banyak kasus yang ditangani. Perlahan, namanya mulai dikenal. ’’Saya dipanggil Ayu, bukan Sayu,’’ ucapnya. Sayu hanya dikenal saat dia perform sebagai DJ.


Karena itu, Ayu sering merasa aneh. Dia menjalani dua dunia yang berbeda. Misalnya, saat menjadi Sayu, warna rambut yang panjangnya sebahu itu beragam. Namun, ketika berperan sebagai Ayu, warna rambut tersebut menjadi hitam. Yang tidak pernah lepas adalah baju toga khas seorang pengacara. ’’Saya selalu mengembalikan warna sebelum beracara di pengadilan,’’ katanya.


Dia bisa jadi datang ke salon saat pagi menjelang sidang. Paling tidak 2–3 jam sebelum jadwal sidang dimulai. Ribet memang. Namun, dua dunia tersebut memang benar-benar dinikmati.


Sebaliknya, ada nilai positif yang dapat dipetik. Saat ini kasus yang paling banyak ditangani Ayu adalah narkoba. Klien yang menggunakan jasanya pun merasa dekat. Mereka terbuka dan mau menceritakan semua persoalan yang sedang dihadapi. ’’Itu terjadi karena kami sering ketemu di dunia malam,’’ katanya.


Tidak jarang, Ayu menerima curhatan orang-orang yang terjerumus pada narkoba. Baik yang tersangkut perkara hukum maupun tidak.


Pada prinsipnya, mereka melanggar undang-undang. Namun, mereka adakalanya butuh pertolongan. Sebab, tidak semua orang masuk dunia narkoba karena sengaja mengonsumsi. Selain itu, tidak sedikit yang masuk karena lingkungan.


Informasi dan seluk-beluk narkoba pun didapatkan. Pengalaman tersebut belum tentu diperoleh seorang pengacara yang tidak akrab dengan dunia malam. ’’Saya mendapatkannya karena dekat dengan mereka,’’ ucapnya.


Bahkan, bungsu dari pasangan Kolonel TNI (pur) I Nengah Siwamba dan Yuni Suamba itu memiliki cerita lucu. Ada klien yang ingin didampingi. Dia terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. ’’Rupanya klien itu ngefans sama saya,’’ ucapnya.


Ayu mengatakan, si klien sering melihatnya tampil di beberapa event. Meski demikian, Ayu tetap profesional. ’’Bukan seperti DJ dengan penggemarnya,’’ ujar mantan penyiar Hard Rock FM pada 2011 tersebut.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore