Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Februari 2018 | 11.45 WIB

Dari Jual Emas Buat Modal Awal, Sekarang Punya 7 Cabang Rumah Makan

Indah Citra Halley pemilik rumah makan bebek belur dengan tujuh cabang di bandarlampung. - Image

Indah Citra Halley pemilik rumah makan bebek belur dengan tujuh cabang di bandarlampung.

JawaPos.com – Bagi yang pernah ke Bandarlampung pasti mengenal rumah makan Bebek Belur. Dengan mengusung konsep sederhana dan segmen pasar kalangan menengah, rumah makan yang menyajikan olahan bebek dengan harga miring tersebut menjadi pilihan untuk wisata kuliner bersama dengan keluarga.


Hampir setiap hari rumah makan ini selalu ramai. Bahkan saat bulan Ramadan, rumah makan bebek belur bisa dibanjiri pengunjung yang ingin mengadakan acara buka bersama.


Pemiliknya tidak lain adalah Indah Citra Halley, seorang ibu rumah tangga yang hobi berjualan. Sebelum membuka usaha di bidang kuliner, Cici begitu ia biasa dipanggil, sudah akrab dengan dunia entrepreneur.


Ia bercerita saat duduk di bangku SMP sudah belajar berjualan. “Dulu jualan coki-coki sama karet gelang. Beli di pasar terus dijual ke temen-temen,” kenangnya.


Dari pengalamannya berjualan sejak kecil itu, akhirnya Cici memilih menjadi seorang pengusaha setelah lulus dari bangku kuliah. Alumni Agrobisnis Universitas Lampung ini mengaku tidak tertarik untuk bekerja ikut orang. Hal tersebutlah yang akhirnya membuat Cici yakin untuk membuka usaha.


Tepatnya pada tahun 2011, Cici bersama ibu dan kedua saudaranya mencoba merintis membuka rumah makan. “Jadi saya gak bisa masak yang masak ibu saya. Resep-resepnya juga resep keluarga,” kata Cici.


Setelah melakukan riset kecil-kecilan, akhirnya menu bebeklah yang ia pilih. “Dulu itu rumah makan di lampung yang menyediakan bebek belum ada. Kalau lele kan banyak, makanya kita pilih menu bebek,” kata Cici saat ditemui di Rumah Makan Bebek Belur Jalan Pramuka Rajabasa Bandarlampung, baru-baru ini.


Tak ingin sekedar coba-coba dalam berbisnis, Cici juga mulai memikirkan logo dan nama untuk rumah makannya tersebut. Hal ini ia lakukan setelah membaca buku milik Rangga Umara pemilik Rumah Makan Pecel Lele Lela. Dari buku itu dijelaskan saat membuka sebuah usaha nama dan logo usaha harus dipikirkan secara matang. Agar saat usahanya besar branding logonya dapat diingat.


Akhirnya nama Bebek Belur lah yang dipilih Cici untuk warung makannya. Nama itu ia ambil dari plesetan babak belur. Biar unik kata Cici saat ditanya alasanya.


Jual Emas Untuk Modal


Saat membuka usaha warung makan tersebut, Cici mengaku tidak memiliki modal. Ia terpaksa menggadaikan dan menjual emas milik ibunya. Dari hasil jual emas tersebut Cici akhirnya membuka satu rumah makan bebek belur yang terletak di Jalan ZA Pagar Alam Kedaton Bandarlampung.


Di awal-awal membuka warungnya, Cici mengaku harus turun langsung membeli barang-barang kebutuhan dapur. “Iya dulu pagi-pagi pergi ke pasar buat belanja. Kalau ibu tugasnya masak,” katanya.


Pada enam bulan berjualan Cici mengaku warungnya tidak terlalu ramai. Untuk promosi ia mengatakan hanya dilakukan dari mulut ke mulut. “Apalagi waktu itu kan baru lulus (kuliah). Jadi belum banyak jaringan,” katanya.


Masalah lain yang muncul saat awal-awal memulai usaha tersebut adalah stok bebek yang tidak pasti. Akibatnya ada pelanggan yang komplain. “Adalah yang komplain. Kayak bebeknya kok kecil,” cerita Cici.


Namun hal tersebut bukan halangan bagi Cici untuk mengembangkan usahanya tersebut. Dengan tekad ingin membesarkan usaha, akhirnya Cici mencari pemasok daging bebek dari kabupaten lain. Selain itu menu masakannya juga ditambah dan semakin beragam. Seperti ayam.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore