
Konten kreator asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, Natalino Mella memainkan sasando di Kemendikbudristek, Jakarta, Rabu (10/8/2022) (ANTARA/Nanien Yuniar)
JawaPos.com - Di tangan konten kreator asal Kupang bernama Natalino Mella, alat musik tradisional Rote sasando disulap menjadi instrumen musik elektrik dengan harapan anak-anak muda menjadi lebih tertarik untuk mempelajarinya, dikutip dari ANTARA.
Dari Rote, sasando diboyong oleh musisi di Kupang dan dimodifikasi menjadi alat musik dengan senar yang lebih banyak. Natalino sendiri menghabiskan waktu empat tahun sejak 2008 untuk membuat sasando versinya sendiri, sasando elektrik dengan 45 senar yang bisa dimainkan dengan 10 jari.
Dia juga rajin merekam video bermain sasando elektrik, membawakan lagu-lagu Indonesia hingga lagu Barat, yang diunggah di media sosial seperti YouTube, serta video-video pendek yang diunggah di platform SnackVideo.
Keinginannya mengembangkan sasando didorong dari pengalamannya menjadi peserta pertukaran pemuda dalam program antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Di sana, orang-orang menyambutnya secara antusias setiap kali memainkan sasando. Ia pun tergerak untuk membuat sasando yang dimodifikasi dengan gaya lebih modern agar banyak anak muda yang mau memainkannya.
Pria yang kerap diundang kedutaan besar RI di luar negeri untuk bermain sasando ini berpendapat, kehadiran platform media sosial terutama yang berisi video-video pendek memudahkan misinya memperkenalkan sasando.
"Orang suka menyebar video-video pendek lewat WA karena lebih mudah, dampaknya lebih besar," katanya di Jakarta, Rabu (10/8).
Lewat videonya, dia ingin menunjukkan sasando sudah berada di level yang berbeda. Dia berharap bisa memberikan kesan bahwa sasando merupakan instrumen menarik yang kedepannya bisa dimainkan secara luas oleh banyak orang, sama halnya seperti gitar yang populer di berbagai kalangan di penjuru dunia.
"Harapannya anak muda makin banyak yang main sasando dan ini bukan jadi alat musik eksklusif, ada di mana-mana," kata musisi yang juga membuat lokakarya pelatihan sasando di Kupang.
Natalino menjual instrumen-instrumen buatannya secara daring. Rupanya, konsumen sasando elektrik buatannya didominasi orang-orang dari luar Indonesia seperti Jerman, Australia dan Meksiko.
Sebuah sasando elektrik dibuat dalam kurun waktu tujuh hingga sebelas hari dengan kisaran harga di atas Rp 3,5 juta, sementara sasando akustik dibuat dengan durasi tiga hingga lima hari dengan harga antara Rp 600.000 hingga Rp 1,5 juta.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
