Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 November 2020 | 17.30 WIB

Buntut Kasus Penganiayaan Isa Zega, Asisten Nikita Mirzani Dilaporkan

Nikita Mirzani ditemui di kediamannya di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Nikita Mirzani ditemui di kediamannya di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Kasus penganiayaan yang dialami mantan manajer Lucinta Luna, Isa Zega, berbuntut panjang. Kasus tersebut, selain dilaporkan ke Polsek Mampang Prapatan oleh korban, kerabat pelaku juga melapor ke Polda Metro Jaya pada 27 November 2020.

Budianto Tahapary, kerabat pelaku mengatakan, dirinya melaporkan asisten Nikita Mirzani, Dhea Hanifa Putrim dengan tujuan siapa dalang sesungguhnya dari aksi penganjayaan ini bisa terungkap. Dhea dilaporkan dengan Pasal 353 KUHP terkait penganiayan disertai perencanaan. Laporannya terdaftar dengan nomor laporan LP/7072/XI/YAN.2.5./2020/SPKT PMJ Tanggal 27 November 2020.

Dhea Hanifa dilaporkan karena dia yang mengirim uang sebesar Rp 25 juta kepada Thomy sebagai order untuk melakukan pekerjaan memukuli Isa Zega. Dana itu kemudian diberikan Thomy ke Hence dan baru diserahkan kepada Arnold dan Devi selaku eksekutor penganiayaan.

Asisten Nikita Mirzani dilaporkan oleh kerabat pelaku ke Polda Metro Jaya, Media Moesa mengaku dirinya memberikan dukungan penuh. Dia ingin kasus ini diusut tuntas sampai diketahui siapa dalang sesungguhnya dari kasus ini. ’’Saya dukung seribu persen,’’ ucap Medina Moesa yang merupakan istri dari Sajad Ukra kepada JawaPos.com Senin (30/11).

Dukungan itu diberikannya dengan ikut mendampingi Budi saat membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya pada Jumat (27/11) malam lalu. ’’Iya saya mendampingi bersama Thomy and Hence. Saksi Thomy yang berhubungan langsung dengan NM,’’ ungkap Medina Moesa.

Dia ingin kasus ini diusut tuntas karena sempat ada pengakuan dari pelaku, Devi, kalau Medina Moesa menjadi target diincar untuk dianiaya bahkan dipatahkan kakinya. Devi kala itu mengaku order ini berasal dari Nikita Mirzani.

Sebelumnya pelaku penganiayaan Isa Zega, Devi, mengaku Medina Moesa sejatinya menjadi target utama untuk dianiaya. Dia menyebut akan dibayar Rp 50 juta untuk menganiaya Medina Moesa. ’’Disuruh patahkan kaki dibayar Rp 50 juta tapi saya nggak mau,’’ kata Devi di kantor pengacara Elza Syarief beberapa waktu lalu. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=s3QNC_wqZPw

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore