
Photo
JawaPos.com - Pelawak senior Eddy Gombloh meninggal dunia pada Kamis (4/8) dan menjadi duka mendalam bagi dunia hiburan tanah air. Sepanjang berkarir, aktor senior yang hampir menginjak usia 81 tahun memiliki kontribusi besar di dunia hiburan tanah air khususnya di dunia perfilman.
Ketua Humas PARFI Evry Joe menilai, Eddy Gombloh seharusnya mendapat penghargaan dari pemerintah atas kontribusinya yang sangat besar di dunia perfilman tanah air. Dia menilai, almarhum sangat layak mendapatkan penghargaan yang memiliki kontribusi besar majukan dunia perfilman pada masanya.
"Mestinya asosiasi perfilman atau asosiasi komedian, orang seperti Pak Eddy Gomboh ini harusnya lebih diperhatikan. Sebelum publik figur sekarang melejit, beliau lah pendahulu yang berkontribusi di dunia perfilman dan entertain," kata Evry Joe kepada JawaPos.com, Kamis (4/8).
"Pendahulu-pendahulu seperti Pak Eddy Gombloh harusnya mendapat penghargaan baik oleh pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah," imbuh Evry Joe.
Direktur Rumah Film Indonesia itu mengatakan, film-film Eddy Gombloh, Ateng, dan S. Bagio masih dapat dinikmati sampai sekarang. Bahkan film- film mereka disebut Evry Joe masih diputar di luar negeri sampai saat ini.
"Saya dari kecil memang hobi nonton. Eddy Gombloh , Ateng, S. Bagio, bayangin film mereka masih laku di Malaysia sampai sekarang, masih diputar sampai sekarang. Mungkin karena sama-sama Melayu kali ya. Di kita saja nggak terlalu (diperhatikan)," katanya.
Eddy Gombloh meninggal dunia pada Kamis (4/8) siang. Dia menghembuskan napas terakhir di RS Sardjito Jogjakarta sekitar pukul 12.30 WIB akibat faktor usia. Rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan pada Jumat (5/8) di Jogjakarta.
Eddy Gombloh merupakan aktor komedi hebat di dunia perfilman tanah air. Puncak popularitasnya pada era 1980-an dan 1990-an. Di era 80-an, honor yang didapatnya dari dunia perfilman pada saat itu sekitar Rp 2 juta. Angka itu sangat besar pada masa itu dimana uang 100 rupiah masih sangat berharga.
Sejak berkarir di dunia hiburan mulai era 1970-an, Eddy Gombloh sudah membintangi banyak sekali judul film. Beberapa di antaranya Djembatan Emas, Biang Kerok, Benyamin Brengsek, Inem Pelayan Sexy, Hujan Duit, GeEr - Gede Rasa, Kembang Semusim dan masih banyak judul film lainnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
