
Sutradara sekaligus penulis naskah skenario Imam Tantowi meninggal di usia 80 tahun. (Instagram: imam_tantowi_46)
JawaPos.com - Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh penting. Sutradara sekaligus penulis naskah skenario senior Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026, dalam usia 80 tahun.
Sineas kelahiran Tegal, 13 Agustus 1946, itu mengembuskan napas terakhir di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten. Kabar duka tersebut dikonfirmasi Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Evry Joe.
Kepergian Imam Tantowi meninggalkan perjalanan panjang yang menjadi bagian penting dari sejarah perfilman dan industri televisi Indonesia. Selama puluhan tahun, ia tidak hanya dikenal sebagai sutradara film laga dan kolosal, tetapi juga penulis cerita, penulis skenario, hingga kreator yang kemudian berkiprah di industri televisi. Karya-karyanya menjangkau beberapa generasi penonton, dari film layar lebar pada era 1980-an hingga sinetron yang populer di televisi.
Baca Juga:Jadi Tersangka, Ruben Onsu Gelapkan Dana Korban Rp 3,5 Miliar
Imam Tantowi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Agustus 1946. Berdasarkan arsip perfilman nasional, ia tercatat menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto, Tegal. Selain pendidikan formal, Imam juga memperdalam pengetahuan perfilman melalui pendidikan sinematografi yang diselenggarakan Biro Pendidikan Organisasi Karyawan Film dan Televisi.
Jalan hidup Imam Tantowi kemudian membawa dirinya jauh dari bidang hukum. Ketertarikannya terhadap dunia seni sudah terlihat sejak muda. Pada 1966 hingga 1969, ia aktif dalam kelompok sandiwara, baik sebagai pemain maupun sutradara. Pengalaman di panggung inilah yang menjadi salah satu fondasi penting bagi kariernya di dunia film.
Sebelum dikenal sebagai sutradara, Imam Tantowi melewati berbagai pekerjaan di belakang layar. Ia pernah menjadi pembuat poster sebelum kemudian pindah ke Jakarta dan mulai mendapat kesempatan masuk ke industri perfilman.
Langkah awalnya di dunia film tercatat melalui Biarkan Musim Berganti pada 1971. Dalam produksi tersebut, Imam bekerja sebagai dekorator. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi penata artistik film Si Rano.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Imam Tantowi menuju kursi sutradara berlangsung secara bertahap, dengan mempelajari berbagai aspek produksi film dari dekat terlebih dahulu.
Pada 1977, Imam menjadi asisten sutradara dalam film Tukang Kawin. Setahun berselang, ia mulai menunjukkan kemampuannya sebagai penulis skenario melalui film Dang Ding Dong. Dari sinilah kiprahnya semakin berkembang hingga akhirnya pada 1982 ia resmi menjadi sutradara melalui film Pasukan Berani Mati.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
