
Goenawan Mohamad (tengah) bersama Hanafi (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada Jend (Purn) Moeldoko (kiri), dan Ciputra (dua dari kanan) saat pembukaan pameran 57x76 di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (21/6).
JawaPos.com - Memang tak ada batasan dalam karya seni. Kali ini ditunjukan pelukis Hanafi yang berkolaborasi dengan Goenawan Mohamad (GM) lewat pameran berjudul 57 X 76 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia.
Keduanya menghasilkan sebuah karya akulturasi yang indah dengan meleburkan identitas masing-masing. Dengan ide yang liar, hanya butuh waktu 6 bulan bagi GM dan Hanafi untuk menghasilkan 200 karya lukisan dan tiga seni instalasi.
"Dari kedua seniman ini tak hanya berpameran bersama, berdua, akan tetapi berusaha melebur berkolaborasi dan menghilangkan identitas masing-masing Ini penting pahami bahwa mitos seniman selama ini identik dengan individu genius yang tunggal. Tapi dibuktikan dengan kerjasama ini," ungkap Kurator Agung Hujatnikajennong saat pembukaan pameran, Kamis (21/6).
Prosesnya, kata Agung, keduanya memulai tanpa adanya diskusi. Hanya dasar saling percaya. "Hasilnya luar biasa 200 karya dalam waktu enam bulan. Mas Hanafi mulai dengan coretan, kanvas sapuan, lalu diberikan ke mas GM diteruskan (karyanya)," ujarnya.
Dengan itikad saling belajar dan saling berbagi, perhelatan ini menjadi proses kerja bersama yang mencermikan harmoni dan keseimbangan. "Ini penting, dalam proses itu, seniman sadar dia bukan sosok sendiri. Dia sadar, sosok di luar dirinya," tegas Agung.
Sementara itu, Goenawan Mohamad mengaku bangga dan terharu atas terselenggaranya pameran tersebut. Apalagi pameran itu digelar di sebuah tempat terhormat yang menjadi favorit seluruh seniman.
"Kami bangga. Saya terimakasih pada pak Ciputra dan Pak Moeldoko tiba-tiba kemarin siang datang. Terimakasih pada semua tim bekerja siang malam. Mas Hanafi mengajak saya untuk bekerjasama dengan kita. Saya terharu," tegas GM.
Sedangkan Hanafi, ia menganggap GM sebagai tokoh yang selalu memiliki pandangan dan gambaran yang luas tentang dunia. Alasan inilah yang menguatkan dirinya menggandeng GM untuk berkolaborasi sehingga menjadi karya yang menyentuh dan berbicara di atas kanvas.
"Karena mas Goen punya gambaran, punya sesuatu. Gambaran-gambaran tentang dunia cukup memenuhi kepalanya. Sering sekali orang enggak bisa gambar di depan kanvas karena di kepalanya enggak ada gambaran. Maka kini kita tuangkan sama-sama, masak sama-sama. Kalau enggak enak jangan dimakan, kalau enak mari kita berpesta," tutup Hanafi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
