
Pemanfaatan PLTS Atap
JawaPos.com - Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menilai pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap menjadi salah satu kunci percepatan transisi energi di Indonesia.
Research & Engagement Lead Indonesia Energy Transition IEEFA, Mutya Yustika, mengatakan teknologi dari PLTS atap mampu memperkuat ketahanan energi nasional karena memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah dan tidak bergantung pada pasokan bahan bakar fosil.
Menurutnya, energi surya memiliki keunggulan dibandingkan energi fosil karena tidak terpengaruh fluktuasi harga energi global serta lebih fleksibel untuk diterapkan di berbagai skala, mulai dari rumah tangga, komunitas, hingga industri.
“Investasi PLTS atap dan baterai seharusnya dilihat sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan energi. Teknologi ini dapat mengurangi risiko gangguan pasokan bahan bakar, meningkatkan keandalan pasokan listrik, dan membantu memitigasi dampak gangguan jaringan di masa mendatang,” ujar Mutya dalam keterangan yang diterima, Senin (29/6).
Mutya mengatakan, sistem PLTS yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) dapat membantu meningkatkan stabilitas pasokan listrik, sekaligus mendukung pemanfaatan energi bersih secara optimal.
Namun hingga 2025, kapasitas terpasang PLTS atap di Indonesia baru mencapai sekitar 853 megawatt (MW), masih tertinggal dibandingkan Vietnam yang mencapai sekitar 6,9 gigawatt (GW), Thailand 3,6 GW, dan Malaysia 1,8 GW.
Energy Finance Specialist IEEFA, Randi Bachtiar, menilai sejumlah kebijakan masih menjadi hambatan utama dalam pengembangan PLTS atap di Indonesia. Salah satunya adalah penghapusan skema net metering melalui Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024.
“Kebijakan Kebijakan ini mengurangi daya tarik untuk berinvestasi di PLTS atap, terutama di kalangan rumah tangga, karena kelebihan listrik dari pengguna PLTS atap yang masuk ke jaringan PLN tidak lagi diperhitungkan sebagai pengurangan tagihan listrik,” ujar Randi.
Selain itu, sistem kuota kapasitas dari PLN serta pembatasan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang hanya mengalokasikan 3.037 MW untuk PLTS atap turut memperlambat ekspansi energi surya di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022