Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 16.10 WIB

Jepang Berencana Ganti 5 Reaktor Nuklir Tua pada 2040-an, Total 14 hingga 2050-an

PLTN Mihama milik Kansai Electric Power Co. di Mihama, Prefektur Fukui, Jepang, dalam foto yang diambil pada November 2025. (Kyodo) - Image

PLTN Mihama milik Kansai Electric Power Co. di Mihama, Prefektur Fukui, Jepang, dalam foto yang diambil pada November 2025. (Kyodo)

JawaPos.com – Pemerintah Jepang untuk pertama kalinya menetapkan target jumlah reaktor nuklir yang akan diganti sejak bencana nuklir Fukushima pada 2011.

Dilansir dari Kyodo, Senin (8/6), Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) mengusulkan penggantian dua hingga lima reaktor nuklir yang menua pada dekade 2040-an. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi total 11 hingga 14 reaktor pada dekade 2050-an.

Target tersebut dipaparkan dalam rapat panel kementerian pada Jumat (5/6) sebagai upaya mendorong investasi dan memastikan ketersediaan tenaga kerja di sektor energi nuklir.

Langkah ini diambil karena Jepang memperkirakan kebutuhan listrik akan terus meningkat, terutama akibat pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

Namun, rencana tersebut menghadapi tantangan besar. Biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di berbagai negara terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga realisasi proyek penggantian reaktor masih belum pasti.

Kebijakan energi Jepang memang mengalami perubahan signifikan dalam satu dekade terakhir.

Setelah bencana Fukushima Daiichi yang dipicu gempa dan tsunami pada Maret 2011, pemerintah sempat berupaya mengurangi ketergantungan terhadap energi nuklir. Namun kini arah kebijakan berubah menjadi memaksimalkan pemanfaatan energi nuklir untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam Rencana Dasar Energi yang direvisi pada 2025, pemerintah Jepang menargetkan 20 persen kebutuhan listrik nasional pada tahun fiskal 2040 berasal dari pembangkit nuklir.

Target tersebut dinilai sulit tercapai hanya dengan mengaktifkan kembali reaktor yang saat ini berhenti beroperasi. Karena itu, pembangunan reaktor pengganti dianggap menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

Perkiraan jumlah reaktor pengganti yang diajukan METI didasarkan pada proyeksi industri listrik Jepang. Pada dekade 2040-an, Jepang diperkirakan akan mengalami kekurangan pasokan listrik sebesar 5,5 juta kilowatt.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore