Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 05.40 WIB

Cermati Perkembangan AS-Israel Vs Iran, SKK Migas Proyeksikan ICP 2027 di Level USD 80 per Barel

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memproyeksikan rata-rata harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) pada 2027 berada di level USD 80 per barel. (ANTARA) - Image

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memproyeksikan rata-rata harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) pada 2027 berada di level USD 80 per barel. (ANTARA)

JawaPos.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto memproyeksikan rata-rata harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada 2027 berada di level USD 80 per barel.

“Untuk 2027, perkiraan kami ICP sebesar USD 80 per barel,” ujar Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (3/6).

Angka tersebut lebih tinggi USD 10 per barel apabila dibandingkan dengan ICP yang termaktub dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni sebesar USD 70 per barel.

Akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, rata-rata ICP dari Januari 2026 hingga Mei 2026 menyentuh USD 86 per barel.

Meskipun demikian, Djoko menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak naik hingga akhir tahun 2026, sebab rata-rata ICP belum mencapai USD 100 per barel.

“Untuk ICP, realisasi 2026 sampai dengan bulan Mei USD 86 per barel. Nah, ini yang menyebabkan harga Pertalite dan solar subsidi tetap tidak naik sampai akhir tahun, karena targetnya, dananya cukup apabila ICP tidak mencapai 100,” kata Djoksis, sapaan akrab Djoko Siswanto.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar USD 117,31 per barel. Harga tersebut melonjak USD 15,05 dibandingkan Maret 2026 yang tercatat USD 102,26 per barel.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman, berbagai perkembangan sepanjang April 2026 turut memberikan tekanan terhadap pasar minyak dunia, mulai dari gejolak Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, hingga serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore