
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Vivo, Cideng Timur, Jakarta Pusat pada Senin malam (5/9).
JawaPos.com - Manajemen SPBU Vivo mengungkapkan alasan di balik batalnya pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa base fuel dari PT Pertamina (persero). Salah satunya, karena ada hal teknis yang tidak bisa dipenuhi oleh Pertamina.
Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Vivo Energy Indonesia Leonard Mamahit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, kemarin.
"Memang betul, kami sesuai dengan saran dari Pak Menteri, kami telah mengadakan negosiasi dengan Pertamina untuk membeli, tapi karena ada beberapa hal teknis yang tidak bisa dipenuhi oleh Pertamina, sehingga apa yang sudah kami mintakan itu dengan terpaksa dibatalkan," kata Leonard Mamahit.
Lebih lanjut dia membeberkan bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya akan membeli BBM dari Pertamina pada waktu mendatang. Namun hal itu akan dilakukan jika dari pihak Pertamina bisa memenuhi hal teknis yang disyaratkan.
Leonard Mamahit tidak menyebutkan hal teknis apa yang menjadi kendala, hanya saja dia mengaku seluruh stok di SPBU Vivo pada bulan Oktober ini sudah habis.
"Tidak menutup kemungkinan, kami tetap akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk saat-saat mendatang, siapa tahu, apa yang kami minta itu bisa dipenuhi oleh Pertamina, dan kami akan beli dari Pertamina," jelas Leonard.
Untuk diketahui, PT Vivo Energy Indonesia didirikan pada tahun 2015 sebagai perusahaan modal asing. Adapun pemegang saham utamanya adalah perusahaan dari Singapura. Hingga saat ini, tercatat sudah memiliki 44 SPBU di Jabodetabek.
Sebelumnya, Vivo dikabarkan telah sepakat untuk membeli BBM dari Pertamina sebanyak 40.000 barel dari 100.000 barel kargo impor yang ditawarkan kepada SPBU swasta. Namun kemudian, disampaikan pihak Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga (PPN), Vivo membatalkan pesanan lantaran ada satu hal teknis yang tidak bisa dipenuhi.
Menurut Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, pembatalan itu dilakukan Vivo pada Jumat (26/9) malam, setelah sebelumnya Vivo sepakat membeli 40.000 base fuel sebelum jam 6 sore.
"Yang berkenan itu, berminat itu, VIVO sama APR. APR itu join AKR dan BP. Sebelum jam 6 sore. Dan selanjutnya, setelah dua SPBU swasta itu berdiskusi kembali dengan kami. Satu dalam hal ini VIVO membatalkan untuk melanjutkan. Setelah setuju 40.000 barel, akhirnya tidak disepakati lagi. Lalu tinggal APR, akhirnya tidak juga. Jadi tidak ada semua," jelas Muchtasyar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022