Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 03.15 WIB

Wamentan Tinjau Fasilitas Pengolahan Biogas dari Kotoran Sapi Terbesar di Blitar

Wamentan Sudaryono (dua dari kanan) meninjai fasilitas pengolahan biogas berbasis kotoran sapi di Blitar, Jawa Timur. (Humas Kementan) - Image

Wamentan Sudaryono (dua dari kanan) meninjai fasilitas pengolahan biogas berbasis kotoran sapi di Blitar, Jawa Timur. (Humas Kementan)

JawaPos.com - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meninjau fasilitas pengolahan lentong atau kotoran sapi terbesar di Indonesia. Di fasilitas ini, lentong sapi diproses menjadi biogas. Kemudian hasilnya digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. 

Fasilitas biogas yang berada di Blitar itu, milik Greenfields Dairy Indonesia. Ukurannya mencapai 12 ribu kubik. Limbah kotoran sapi yang diolah sangat besar. Yaitu kotoran dari 10 ribu ekor sapi setiap harinya. Selain jadi biogas untuk listrik, limbah pengolahan dijadikan bahan pupuk. Sehingga tetap memiliki nilai tambah. 

Dalam kesempatan itu Sudaryono mengajak pelaku usaha peternakan di Indonesia untuk memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi energi terbarukan. Dia mengatakan kotoran sapi atau letong selama ini dianggap masalah atau lombaj. Tetapi ternyata bisa diolah menjadi sumber energi bersih dan bernilai tambah.

"Dengan difermentasi dan diproses, limbah ini bisa menjadi biogas yang digunakan untuk pembangkit listrik dan kebutuhan rumah tangga," kata Sudaryono dalam keterangannya, Kamis (31/7). Dia mengatakan, fasilitas biogas ini menjadi yang terbesar di sektor peternakan sapi perah di Indonesia.

Menurut dia, pengolahan kotoran sapi itu bagian dari transformasi pertanian yang makin modern dan berkelanjutan. Sudaryono berharap model seperti Greenfields bisa direplikasi di banyak daerah.

"Mari kita terus berkolaborasi dan berinovasi demi pertanian yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan energi bangsa," tambahnya. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mendukung pengelolaan limbah peternakan yang terintegrasi dengan pengembangan energi terbarukan. Menurutnya, langkah itu sejalan dengan arah kebijakan pembangunan peternakan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

"Kita dukung karena tidak hanya mengatasi persoalan limbah. Tetapi juga berkontribusi pada ketahanan energi nasional," jelasnya. Upaya itu adalah bagian dari gerakan transisi menuju peternakan yang hijau, modern, dan bernilai ekonomi tinggi.

CEO Greenfields Indonesia Akhil Chandra mengatakan komitmen perusahaan mereka untuk terus mengembangkan produksi susu secara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Fasilitas biogas itu, semakin memperkuat komitmen mereka pada keberlanjutan.

"Yaitu dengan memanfaatkan limbah peternakan sapi perah menjadi energi terbarukan. Serta memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar," tandasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore