
Kapal tanker raksasa Pertamina Pride berkapasitas dua juta barel bersandar di Teluk Semangka Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (15/4/2021). (ANTARA)
JawaPos.com - Publik di Tanah Air dihebohkan dengan kabar bahwa kapal tanker minyak milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dihadang oleh aktivis Greenpeace di lepas pantai Denmark pada Kamis (31/1) lalu. Akan tetapi, ternyata kapal tersebut bukan membawa pesanan minyak milik Pertamina ke Indonesia.
Kapal tanker Pertamina Prime tersebut diketahui sedang disewa oleh pihak ketiga, artinya muatan tersebut tidak ada kaitannya dengan Pertamina. Adapun, kapal tersebut mengangkut minyak dari Denmark dengan tujuan Tiongkok.
Kejadian penghentian kapal oleh aktivis lingkungan alam, Greenpeace ini juga bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya pada 2014 silam, Greenpeace juga berupaya menghentikan kapal tanker Rusia yang hendak merapat di pelabuhan Belanda.
Kejadian yang baru-baru ini terjadi merupakan bentuk protes Greenpeace terhadap invasi Rusia terhadap Ukraina. Meskipun kapal tersebut tidak ada kaitannya dengan Rusia.
Persoalan yang terjadi pada pekan lalu ini juga telah diselesaikan dalam beberapa hari saja. Setelahnya, kapal tanker tersebut kembali melanjutkan perjalanannya menuju Tiongkok. "Itu sudah solved 1-2 hari sudah selesai," jelas sumber tepercaya JawaPos.com.
Adapun penyewaan kapal ini juga telah dilakukan jauh hari sebelum adanya konflik Rusia-Ukraina. Penyewaan kapal ini juga bersifat business to business (B2). Jadi wajar saja ada kegiatan sewa-menyewa kapal milik Pertamina untuk mengangkut kargo dari penyewa.
Untuk diketahui pula, sebanyak 26 kapal dari 95 kapal milik PIS ada yang digunakan untuk melayani kargo non-Pertamina sejak tahun 2021. Muatan yang diangkut berupa gas, crude oil atau minyak mentah, serta white oil.
Puluhan kapal tersebut disewa oleh pemain energi kelas dunia seperti Shell, Geogas, Karpowership, Petco (anak usaha Petronas), dan Aramco Trading. Dengan berbendera Indonesia, 26 kapal milik PIS mengantarkan pasokan energi ke penjuru dunia dengan 11 rute pelayaran internasional, yakni Afrika, Arab Saudi, UEA, Australia, Singapura, Malaysia, Tiongkok, Amerika Serikat, India, Aljazair, dan Bangladesh.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
