
Pengendara motor melintas tak jauh dari alat peraga kampanye yang terpasang di Jalan Kapasan, Surabaya. (Radar Surabaya/Suryanto)
JawaPos.com - Peserta kampanye pemilu 2024 yang tidak berhak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi diharapkan tidak menggunakannya dalam kegiatan mereka. Sehingga, kegiatan politik praktis pemenangan capres-cawapres maupun caleg tidak berpotensi menggerus alokasi subsidi.
"Memasuki masa kampanye, masing-masing caleg, capres, dan lainnya itu memberi contoh kepada konstituennya kalau tidak memiliki hak subsidi, tidak mengambil BBM subsidi," usul Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro.
Dia menambahkan, masing-masing daerah di Tanah Air memiliki kuota BBM bersubsidi. Namun, kuota tersebut tidak memasukkan proyeksi konsumsi BBM bersubsidi yang kemungkinan naik pada masa kampanye pemilu.
"Setiap daerah memiliki kuota BBM subsidi dan kuota itu di dalam penghitungannya tidak menghitung untuk kebutuhan memobilisasi massa saat kampanye," imbuh dosen Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti itu.
Di sisi lain, masa kampanye itu juga berbarengan dengan libur Natal dan akhir tahun 2023 atau Tahun Baru 2024. "Kalau BBM subsidi diambil, yang memiliki hak jadi tidak mendapatkan akses. Nanti berpotensi terjadi keterbatasan. Kalau itu terjadi dampaknya banyak," ucapnya.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi mendukung usulan tersebut sekaligus mengharapkan peserta kampanye mengonsumsi BBM nonsubsidi untuk kendaraannya. Pasalnya, setiap daerah memiliki kuota BBM bersubsidi dan proyeksi peningkatan konsumsi BBM untuk libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
"Harapannya semua calon itu (peserta kampanye) tidak menggunakan BBM subsidi saat meraih simpati atau memobilisasi masyarakat. Tiap tahun kami petakan konsumsi meningkat, ketika bersamaan masa kampanye, kami harap itu tidak menjadi faktor yang menggerus alokasi kuota BBM subsidi," imbuhnya dikutip dari Antara, Kamis (7/12).
Anak usaha BUMN Pertamina itu menambahkan untuk di Bali, selama momentum Natal dan Tahun Baru 2024 diproyeksi terjadi peningkatan konsumsi BBM sekitar tiga persen dari rata-rata konsumsi untuk semua produk. Untuk itu, penambahan pasokan BBM menyesuaikan pemetaan proyeksi konsumsi di Bali untuk libur Natal dan Tahun Baru yakni jenis BBM gasoline untuk kendaraan mesin bensin diperkirakan naik sekitar 2.000 kiloliter pada Desember 2023, dari rata-rata konsumsi bulanan mencapai 89 ribu kiloliter atau menjadi 91 ribu kiloliter.
Sedangkan konsumsi BBM jenis gasoil atau BBM untuk kendaraan mesin diesel diproyeksi menurun dari rata-rata per bulan mencapai 19.200 kiloliter menjadi 18.900 kiloliter pada Desember 2023. Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali Ida Bagus Setiawan menjelaskan realisasi kuota BBM subsidi tahun 2023 di Pulau Dewata untuk jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP) pertalite mencapai total 841.094 kiloliter termasuk prognosa selama Desember 2023 mencapai 68.077 kiloliter.
Ada pun realisasi terbesar di Denpasar mencapai 226.070 kiloliter, Kabupaten Badung mencapai 201.039 kiloliter. Selain pertalite, untuk jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) biosolar selama 2023 realisasinya mencapai 228.821 kiloliter termasuk di dalamnya untuk prognosa Desember 2023 mencapai 18.740 kiloliter.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
