
Photo
JawaPos.com - Perusahaan yang bergerak di bidang energi terintegrasi PT Medco Energi Internasional Tbk berkomitmen untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan. Hal itu sebagai respons terhadap perubahan iklim, akibat pemanasan global yang dipicu peningkatan emisi gas rumah kaca.
"Kami saat ini menjadi member dari Carbon Disclosure Project (CDP) untuk mulai melapor dengan TFCD standar," kata Vice President Corporate Planning & Investor Relations MedcoEnergi Myrta Sri Utami dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/9).
Myrta memaparkan, pihaknya pun mengalokasikan belanja modal USD 215 juta pada 2021. Dari jumlah tersebut sebesar USD 60 juta akan digunakan untuk pembangkit energi terbarukan.
Alokasi tersebut akan banyak berfokus di Riau IPP (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap/PLTGU) dan Ijen Geothermal (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi/PLTP). Sementara, sisa belanja yang sebesar USD 150 juta digunakan untuk sektor hulu migas.
Nantinya, modal tersebut akan digunakan untuk operasional blok yang saat ini beroperasi dan juga pengembangan Blok B di Natuna. Selain fokus di dalam negeri, Myrta menambahkan, pihaknya juga fokus melanjutkan operasional lapangan yang ada di beberapa negara. Seperti di Meksiko, Timur Tengah, Tanzania, dan Asia Tenggara.
"Setelah akuisisi Ophir maka pada hari ini Medco merupakan salah satu perusahaan yang memiliki reserve besar dan production cukup besar dalam skalanya," ungkapnya.
Myrta menambahkan, saat ini mayoritas bisnis Medco dari hulu migas. Namun, perusahaan juga komitmen pada environmental, social and corporate governance (ESG) dalam menjalankan bisnis, terlihat dari dua pembangkit yang digarap tidak berasal dari batu bara. Myrta mengungkapkan, portofolio bisnis perusahaan masih didominasi gas sebesar 60 persen. Selain itu, perusahaan juga tidak mengoperasikan pembangkit listrik batu bara dan hanya menggarap pertambangan tembaga saja.
Adapun dari total 666 gigawatt hour (GWh) penjualan listrik sepanjang kuartal I tahun ini terdapat 32 persennya bersumber dari energi terbarukan. "Mungkin saat ini kami akan kaji dulu apakah akan ke arah sana atau ngga. Tapi kalau dilihat kembali dari portofolio bisnis Medco 60 persen portofolio itu gas, tidak beroperasi di IPP batu bara, dan untuk pertambangan kami hanya copper mining, jadi sudah menuju ke arah sana," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
