Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Oktober 2020 | 00.07 WIB

Ini 10 Perusahaan Migas dengan Produksi dan Lifting Terbanyak pada Q3

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. (dok SKK Migas). - Image

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. (dok SKK Migas).

JawaPos.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, pada kuartal-III 2020 (Q3) realisasi produksi minyak mencapai 710,2 ribu barel minyak per hari (bopd). Angka ini setara 100,4 persen dari target WP&B yang sebesar 707,2 ribu bopd.

Pada periode sama, produksi gas tercatat sebesar 6.734 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), atau 94,3 persen dari target WP&B yang sebanyak 7.209 mmscfd. Sementara itu, realisasi lifting minyak mencapai 706,2 ribu bopd, sedangkan realisasi salur gas mencapai 5.502 mmscfd.

Capaian minyak setara 100,2 persen dari target Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (APBNP) yang sebesar 705 ribu bopd, dan 100,1 persen dari target WP&B yang sebesar 705,7 ribu bopd. Sementara itu, capaian gas setara 99,03 persen dari target APBNP yang sebesar 5.556 mmscfd, dan 95,8 persen dari target WP&B yang sebesar 5.745 mmscfd.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pandemi Covid-19 telah memaksa banyak pemain migas nasional, internasional, maupun multinasional menunda banyak belanja modal. Kondisi ini tentu mengakibatkan ancaman gangguan pasokan pada masa yang akan datang.

"Namun dengan koordinasi yang erat dan kerja keras SKK Migas dan KKKS, dampak dari kondisi itu bisa kami minimalkan. Sehingga kita dapat mencapai target revisi yang ditetapkan," katanya dalam paparan akhir pekan lalu.

Adapun realisasi harga minyak Indonesia atau ICP di level USD 42 per barel, lebih tinggi dibandingkan saat penetapan APBNP yang sebesar USD 38 per barel. Dengan demikian, penerimaan negara pada kuartal-III tercatat USD 6,99 miliar, atau 119 persen dari target APBNP yang sebesar USD 5,86 miliar.

Namun, ancaman gelombang kedua Covid-19 menyebabkan ICP berpeluang terkoreksi di USD 40 per barel. Dengan asumsi tersebut, maka outlook penerimaan negara dari sektor hulu migas hingga akhir tahun adalah sebesar USD 7,21 miliar.

"Realisasi investasi hulu migas sampai September sebesar USD 6,9 miliar. Terbesar dilakukan oleh Pertamina EP, CPI, Pertamina Hulu Mahakam, BP Berau, dan Eni East Sepinggan," tutur Dwi.

Dwi memaparkan, 5 KKKS besar dengan capaian lifting minyak dan kondensat terbanyak pada kuartal-III. Mereka yaitu, Mobil Cepu Ltd., PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, serta Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd.

Sedangkan 5 KKKS besar dengan capaian produksi dan salur gas terbanyak yakni BP Berau Ltd., Conocophillips (Grissik) Ltd., PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam, serta Eni Muara Bakau B.V. Dwi menambahkan, realisasi cost recovery per 30 September 2020 mencapai sebesar USD 6 miliar.

Itu terdiri dari production (USD 3,1 miliar), depreciation (USD 1,1 miliar), exploration and development (USD 1 miliar), administration (USD 0,4 miliar), unrecovered cost (USD 0,3 miliar), serta investment credit (USD 0,1 miliar). Outlook cost recovery hingga akhir tahun diperkirakan mencapai USD 8,1 miliar.

https://www.youtube.com/watch?v=FkBCcwN90QU&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore