Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Januari 2019 | 03.04 WIB

Sepanjang 2018, 69 Titik Lokasi BBM Satu Harga Dioperasikan

ILUSTRASI: Petugas mengisi BBM. (Dok, JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI: Petugas mengisi BBM. (Dok, JawaPos.com)

JawaPos.com – Sepanjang 2018, PT Pertamina (Persero) berhasil melampaui target pencapaian operasional BBM Satu Harga. Dari target 67 titik, Pertamina telah mengoperasikan 69 titik BBM Satu Harga pada daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di wilayah Indonesia. Dengan capaian ini, sejak mendapat tugas BBM Satu Harga pada 2017, total sudah 123 titik BBM Satu Harga yang sudah berhasil dibangun Pertamina. 


Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyatakan apresiasinya kepada seluruh pihak khususnya tim pelaksana BBM Satu Harga yang telah bekerja keras dan mendedikasikan pengabdiannya untuk mewujudkan pemerataan energi di daerah 3T di seluruh wilayah Indonesia. 


“Meskipun tahun 2018 target yang ditetapkan lebih banyak dibanding 2017, dengan sinergi dan komitmen yang tinggi dari semua pihak, alhamdulillah, justru pencapainnya melebihi target,” ujar Adiatma di Jakarta, Selasa (1/1). 


Operasional BBM Satu Harga, lanjut Adiatma, tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari  Pulau Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, disusul Kalimantan (27 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (15 titik), Sulawesi  (14 titik), Maluku (11 titik)  dan Jawa – Bali (4 titik).


Pertamina menyalurkan BBM Satu Harga melalui berbagai moda transportasi baik mobil tangki, kapal laut, sampan hingga pesawat Air Tracktor khusus pengangkut BBM. 


“Prinsipnya, kami berupaya untuk menyalurkan BBM ke daerah 3T secara kontinyu. Itulah komitmen Pertamina sebagai perwujudan BUMN hadir untuk negeri, sehingga saudara-saudara kita di seluru pelosok tanah air bisa merasakan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain,” tegas Adiatma. 


BBM Satu Harga telah mendorong aktivitas perekonomian di daerah 3T, karena masyarakat semakin mudah mendapatkan akses BBM. Harga BBM di tiap pulau yang sebelumnya tinggi berkisar Rp 7 ribu hingga Rp 100 ribu per liter kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 (premium) dan Rp 5.150 (solar). 


Harga BBM di Pulau Sumatera dan Kalimantan sebelumnya berada di kisaran Rp 8 ribu hingga Rp 40 ribu per liter, di Maluku antara Rp 8 ribu hingga Rp 17 ribu, Sulawesi antara Rp 8 ribu hingga Rp 25 ribu, Nusa Tenggara antara Rp 8.000-9.500 serta tertinggi Papua antara Rp 15 ribu–Rp 100 ribu. 


“BM Satu Harga telah mendorong efisiensi biaya transportasi, harga barang-barang juga menurun sehingga pertumbuhan ekonomi di wilayah semakin menggeliat, karena BBM adalah energi bagi pergerakan ekonomi masyarakat,” imbuh Adiatma. 


Berdasarkan Kep. Dirjen Migas No.09.K/10/DJM.O/2017 pada 23 Januari 2017, tentang Lokasi Tertentu Untuk Pendistribusian JBT & JBKP, Pertamina ditargetkan mendirikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di 150 titik selama 3 tahun dari 2017– 2019. Pada 2017 ditargetkan 54 lokasi, 2018 sebanyak 67 lokasi dan 29 lokasi pada 2019.


Adapun 69 titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi pada tahun 2018 adalah sebagai berikut: 


1. Seimenggaris, Nunukan (9 Maret)


2. Kec. Liang, Banggai Kep. (9 Maret)


3. Banggai Tengah, Banggai Laut (16 April)


4. Wawoni Barat, Kep. Konawe (11 Juni)

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore