Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Februari 2021 | 12.54 WIB

BSI Jatim Patok Target Pertumbuhan 11 Persen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Bank Syariah Indonesia (BSI) langsung lari kencang mengejar target begitu diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 1 Februari lalu. BSI wilayah Jawa Timur (Jatim) pun demikian. Target pertumbuhan tahun ini adalah 11 persen.

Regional CEO Surabaya BSI Ali Muafa menegaskan, prioritas kerjanya adalah meningkatkan kinerja paralel tiga bank syariah pelat merah yang kini melebur menjadi satu tersebut. Dia optimistis portofolio BSI wilayah Jatim bakal memuaskan.

"Di Jatim, kami memiliki 186 outlet dan lebih dari 2.000 karyawan. Jadi, kami siap untuk langsung bekerja," ungkapnya kepada Jawa Pos pekan lalu.

Saat ini, menurut Ali, Jatim merupakan kontributor terbesar ketiga setelah DKI Jakarta dan Aceh. Dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola BSI wilayah Jatim mencapai Rp 18,3 triliun. Nominal itu setara dengan 8 persen total DPK yang dikelola secara nasional. Yakni, Rp 210 triliun. Target DPK tahun ini diperkirakan mencapai Rp 20,4 triliun.

Sementara itu, total pembiayaan BSI wilayah Jatim pada tahun lalu mencapai Rp 15,4 triliun atau 9,8 persen dari total pembiayaan nasional. Tahun ini target sektor pembiayaan mencapai Rp 17,1 triliun.

"Baik soal DPK maupun pembiayaan, kami mengincar kenaikan sekitar 11 persen. Target tersebut kami pasang karena karakteristik Jatim yang cocok dengan perbankan syariah," tegas Ali.

Salah satu kondisi yang membuat BSI wilayah Jatim percaya diri dengan pertumbuhannya adalah jumlah pondok pesantren di Jatim. Berdasar data Kementerian Agama (Kemenag), ada lebih dari 4.000 pondok pesantren dengan jumlah santri sekitar 1 juta orang.

Pondok pesantren merupakan pasar potensial bagi BSI. Khususnya untuk sektor pembiayaan. "Kami biasanya menarget UMKM di lingkup pondok pesantren. Dengan begitu, ekosistem ekonomi dan industri halal akan berkembang," kata Ali.

Terkait dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dia bersyukur Gubernur Khofifah Indar Parawansa sangat mendukung pengembangan ekonomi syariah. Terutama di pondok pesantren. Pemimpin perempuan itu gencar menggiatkan One Pesantren One Product (OPOP). Dia juga terus mengawasi kelanjutan proyek kawasan industri halal (KIH) di Sidoarjo.

https://youtu.be/4aSa3gs_Vzk

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore