
Public Expose PT Indocemen Tunggal Prakarsa Tbk di Jakarta, Selasa (10/11)
JawaPos.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) membukukan penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,1 juta ton sepanjang 9 bulan pertama di 2020, turun 9,7% dibanding periode yang sama tahun lalu. Volume semen domestik tercatat 11.627 ribu atau lebih rendah sebesar 7,7%, sedangkan permintaan semen domestik nasional turun sebesar 9,0%. Pangsa pasar Perusahaan meningkat dari 25,7% Hingga September 2019 menjadi 26,0% pada September 2020.
"Pangsa pasar di Jawa meningkat dari 34,2% menjadi 34,8% dan di luar Jawa meningkat dari 14,6% menjadi 15,4%. Peningkatan di Jawa didorong oleh pangsa pasar dari keseluruhan Jawa Barat dan pangsa pasar Jawa Tengah," ujar Antonius Marcos, Direktur dan Corporate Secretary PT Indocement dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (10/11).
Pendapatan Bersih Perusahaan turun 10,6% menjadi Rp10.149,6 miliar dibanding September 2019 sebesar Rp11.347,9 miliar karena volume penjualan dan harga jual rata-rata yang lebih rendah.
Perusahaan mencatat Pendapatan Keuangan Bersih yang lebih rendah 12,6% dari Rp269,2 miliar pada September 2019 menjadi Rp235,2 miliar hingga September 2020 disebabkan oleh suku bunga yang relatif lebih rendah pada tahun 2020.
Laba Bersih hingga September 2020 turun 5,0% menjadi Rp1.116,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.175,8 miliar. Persentase penurunan ini lebih rendah dari penurunan Total Pendapatan karena penghematan biaya dan upaya efisiensi seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Setelah pembayaran dividen pada Agustus 2020, Perusahaan tetap mampu mempertahankan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas menjadi Rp6,8 triliun. Arus kas yang kuat dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen yang berkelanjutan untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk menjaga neraca keuangan yang kokoh.
Dengan tidak adanya utang pada bank, Indocement siap menghadapi tantangan situasi ekonomi di tengah masa pandemi yang masih berlanjut termasuk kondisi kelebihan pasokan semen nasional dan berbagai pilihan yang tersedia di tengah masa konsolidasi industri semen.
Beberapa faktor yang akan membayangi pasar semen di tengah pulihnya permintaan antara lain kedatangan La Nina yang akan menyebabkan curah hujan tinggi di seluruh Indonesia hingga Februari, dan pilkada yang akan digelar pada Desember mendatang.
Pertumbuhan permintaan tahun 2021 diperkirakan dapat bertumbuh positif antara 4% sampai 5% dengan catatan tidak ada pembatasan PSBB yang ketat lagi dan dengan asumsinya pengadaan vaksin yang sukses dan tertanganinya masalah virus Covid 19 yang jauh lebih baik di Indonesia. "Kami percaya konsumsi Semen dapat bertumbuh positif di tahun 2021 nanti walau belum sepenuhnya kembali ke level sebelum adanya Pandemi Covid-19," pungkas Antonius.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=tVKWARA2oOQ

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
