Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 01.05 WIB

Miris, Impor LPG RI Capai Rp 40 Triliun Per Tahun

Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meresmikan jaringan Gas Kota Palembang dan Pipa Transmisi Ruas Grissik–Pusri di Palembang, Minggu (31/3). - Image

Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meresmikan jaringan Gas Kota Palembang dan Pipa Transmisi Ruas Grissik–Pusri di Palembang, Minggu (31/3).

JawaPos.com - Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) di Indonesia cukup tinggi. Hal ini terbukti dari impor LPG yang dilakukan mencapai angka Rp 40 triliun per tahunnya. Demikian terungkap dalam Peresmian Jaringan Gas Kota Palembang dan Pipa Transmisi Ruas Grissik-Pusri di Palembang, Minggu (31/3).


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan mengatakan saat ini penggunaan LPG tidak bisa dihapuskan karena banyak perusahaan atau industri yang menggunakan LPG. Namun menurutnya, penggunaan LPG dapat dihemat sehingga impor LPG pun dapat ditekan.


Upaya untuk menghemat impor LPG ini yaitu, dengan memasang jaringan pipa gas rumah tangga. Di tahun ini pemerintah akan membangun 435 ribu sambungan pipa gas dimana Palembang mendapatkan jatah 6 ribu. Namun, jatah Palembang ini menurutnya terlalu sedikit.


“Saya tanya ke wali kota total pelanggan rumah tangga, ternyata ada sekitar 274 ribu pelanggan,” katanya disela sambutannya di Palembang, Minggu (31/3).


Menurutnya, dengan jatah 6 ribu sambungan tentunya sangat pelan sekali. Bahkan, tiga kali menjadi wali kota pun tidak mampu memenuhi total pelanggan rumah tangga di Palembang. Karena itu, diharapkan ada alokasi dana tambahan.


Sumsel sendiri menurutnya sumber gas yang besar berasal dari Conoco Philips, Pertamina dan lain sebagainya. Di tahun depan pihaknya akan mendapatkan anggaran tambahan, sehingga di tahun depan dapat menggalokasikan 100 ribu sambungan di Sumsel sedangkan Palembang mendapatkan jatah 25 ribu.


“Saya harap dengan terpenuhinya sambungan gas ini dapat menghemat penggunaan LPG. Kalau bisa bisa menghemat separuh lebih baik,” harapnya.


Dirinya menambahkan, dengan gas alam ini aman untuk digunakan karena memiliki berat jenis ringan dan tekanan rendah. Selain itu, lebih praktis, ekonomis dengan suplai 24 jam. “Jadi ibu-ibu tidak perlu repot membeli dan mengganti tabung LPG lagi jika habis,” tutupnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore