Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Januari 2022 | 03.12 WIB

BCA Catatkan Laba Bersih Rp 31,4 Triliun Sepanjang 2021

Ilustrasi nasabah BCA memanfaatkan transaksi lewat ATM - Image

Ilustrasi nasabah BCA memanfaatkan transaksi lewat ATM

JawaPos.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 31,4 triliun sepanjang 2021, naik 15,8 persen dibanding tahun lalu.Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan total kredit sebesar 8,2 persen secara tahunan (YoY) sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, pertumbuhan kredit terjadi hampir di semua segmen, terutama ditopang oleh segmen korporasi dan KPR. Inovasi digital dan pengembangan ekosistem bisnis mendorong frekuensi transaksi online mencetak rekor tertinggi.

“Kami mengapresiasi upaya pemerintah dan otoritas dalam mengendalikan pandemi serta memberikan paket stimulus, sebagai upaya menuju pemulihan perekonomian nasional. BCA turut mendukung momentum pemulihan dengan menyalurkan kredit ke berbagai sektor,” kata Jahja dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (27/1).

Jahja melanjutkan, kredit korporasi naik 12,3 persen secara tahunan mencapai Rp 286,5 triliun di Desember 2021, menjadi penopang utama pertumbuhan total kredit BCA. KPR, yang menjadi kontributor tertinggi kedua, tumbuh 8,2 persen secara tahunan menjadi Rp 97,5 triliun. Kredit komersial dan UKM juga naik 4,8 persen secara tahunan menjadi Rp 195,8 triliun.

“Penyaluran kredit baru di segmen korporasi tumbuh dua kali lipat dibandingkan level pra pandemi, sementara untuk segmen UKM dan KPR juga mampu melebihi capaian di tahun 2019,” ungkapnya.

Sementara itu, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) terkoreksi 2,4 persen secara tahunan menjadi Rp 36 triliun, dan saldo outstanding kartu kredit tumbuh 5,2 persen secara tahunan menjadi Rp 11,8 triliun. Total portofolio kredit konsumer naik 5,1 persen menjadi Rp 148,4 triliun. Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 8,2 persen secara tahunan menjadi Rp 637 triliun di Desember 2021, lebih tinggi dari target pertumbuhan 6 persen.

Jahja juga mengatakan, pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. Rasio loan at risk (LAR) turun ke 14,6 persen di tahun 2021, dibandingkan dengan 18,8 persen di tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) terjaga sebesar 2,2 persen didukung oleh kebijakan relaksasi restrukturisasi.

Di sisi pendanaan, CASA tumbuh 19,1 persen secara tahunan mencapai Rp 767,0 triliun, berkontribusi hingga 78,6 persen dari total dana pihak ketiga. Deposito juga tumbuh 6,1 persen secara tahunan menjadi Rp 208,9 triliun. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga naik 16,1 persen secara tahunan menjadi Rp 975,9 triliun, sehingga turut mendorong total aset BCA naik 14,2 persen secara tahunan mencapai Rp 1.228,3 triliun.

“Solidnya pendanaan CASA ditopang oleh kepercayaan nasabah, serta kemudahan dan keandalan bertransaksi. Dalam mengembangkan platform perbankan transaksi, BCA memperkuat ekspansi ekosistem digital melalui kolaborasi dengan mitra strategis serta melakukan berbagai inovasi layanan digital,” tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore