
Warga menerima bantuan pangan pemerintah. (Istimewa).
JawaPos.com — Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras. Langkah ini diambil menyusul kenaikan harga beras premium dan medium di Zona 2 dan Zona 3.
Permintaan itu disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan kepada pemerintah daerah dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri di 38 provinsi bergerak bersama Perum Bulog dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan Polri se-Indonesia di Jakarta.
"Harga beras premium dan medium di Zona 2 dan Zona 3 semuanya naik, sedangkan di Zona 1 cenderung aman. Karena itu, saya meminta rekan-rekan di daerah untuk mengantisipasinya," kata Hermawan, Jumat (6/11).
Pemerintah memiliki modal kuat untuk intervensi. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog diproyeksikan masih dapat berada di atas 3 juta ton hingga akhir 2026.
Baca Juga:Diduga Ubah Dokumen Kependudukan untuk Perceraian, Eks Bupati Gowa Kembali Ditetapkan Tersangka
"Stok Bulog sampai akhir tahun kemungkinan besar bisa 3,8 juta ton, bahkan 4 juta ton. Beras itu sekarang terus mengalir, baik untuk SPHP maupun bantuan pangan. Karena itu, segera percepat penyaluran SPHP dan bantuan pangan yang sudah ditugaskan ke Bulog," ujar Hermawan.
Menurut Hermawan, penyaluran yang cepat akan menekan harga di pasar. Ketika beras SPHP dan bantuan pangan sampai ke masyarakat, kebutuhan rumah tangga untuk satu hingga dua minggu ke depan sudah terpenuhi, sehingga permintaan di pasar berkurang.
"Karena belanja berkurang, otomatis harga pasti turun berkat masifnya beras SPHP dan bantuan pangan. Jadi tolong pemerintah daerah mengecek dan memastikan penyalurannya segera sampai ke masyarakat dan ke pasar-pasar," tegasnya.
Untuk menahan fluktuasi harga beras, Bapanas memberikan penugasan tambahan untuk program SPHP beras. Penugasan yang pertama untuk penyaluran SPHP beras sebesar 828 ribu ton sejak Maret telah 100 persen direalisasikan Bulog sampai minggu keempat September.
Sementara untuk penugasan tambahan SPHP beras yang baru dari Bapanas sudah diterbitkan pada akhir September dan tengah Oktober dengan total sebesar 200 ribu ton. Realisasinya sampai 5 November telah menyentuh 155,3 ribu ton atau 77,6 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022